PPKM Darurat di Malang

Hari Ketiga PPKM Darurat di Malang, Polres Malang Putar Balik 1.112 Kendaraan dari Luar Malang Raya

1.112 kendaraan yang berasal dari luar Malang Raya diputar balik sejak hari pertama PPKM Darurat di Malang.

TRIBUNMADURA.COM/AMINATUS SOFYA
Kendaraan yang keluar melalui exit tol Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (8/6/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pelaksaanaan PPKM Darurat di Kabupaten Malang memasuki hari ketiga, Senin (5/7/2021).

Sejauh ini, Polres Malang mengklaim telah memutar balikkan 1.112 kendaraan yang berasal dari luar Malang Raya sejak hari pertama PPKM Darurat di Malang.

"Sejauh ini sudah 1.112 kendaraan yang sudah diputar balikkan. Kendaraan tersebut meliputi kendaraan roda 2 dan roda 4," ujar Kabagops Polres Malang, Kompol Hegy Renata ketika dikonfirmasi.

Hegy mengatakan, Polres Malang mendirikan 10 pos penyekatan pada titik jalur perbatasan Kabupaten Malang.

"Selain itu ada 7 pos observasi, yang tersebar di bandara, terminal dan stasiun," kata Hegy.

Baca juga: Hari Kedua PPKM Darurat di Malang, 16 Kendaraan Diputar Balik di Exit Tol Madyopuro, Ini Sebabnya

Menurut Hegy, pos penyekatan yang paling sibuk melakukan penyekatan kendaraan berada di wilayah Malang Utara.

Hegy menegaskan penyekatan kendaraan terus dilakukan hingga hari terakhir PPKM Darurat, 20 Juli 2021.

"Paling sibuk melakukan penyekatan adalah pos penyekatan exit tol Singosari," tutur dia.

"Titik pos penyekatan lainnya seperti perbatasan Lumajang, maupun Blitar tidak terlalu sibuk," ungkapnya.

Sejauh ini, pihak kepolisian menilai pelaksanaan PPKM Darurat belum menemui kendala berarti.

"Tetap yang difokuskan pengetatan mobilisasi warga yang mau masuk (Kabupaten) Malang. Serta aktivitas masyarakat di dalamnya." ucap dia.

"Saat ini belum menemui kendala, harapannya masyarakat tetap mematuhi peraturan dan membantu pelaksanaan PPKM," katanya.

Hegy meminta para pelancong dari luar Malang Raya menyertakan surat kerja dan test PCR negatif jika hendak memasuki wilayah Malang Raya.

"Sesuai permendagri, syarat masuk tetap SIKM dan hasil tes PCR (negatif)," jelas Hegy.

Terakhir, Hegy menganalisa jika tingkat kepatuhan masyarakat Kabupaten Malang dalam menerapkan kesehatan sudah cukup tinggi.

"Tingkat kepatuhan masyarakat Kabupaten Malang ini sudah 84 persen dalam menggunakan masker. Tinggal pelaksanaan PPKM ini yang harus ditingkatan terus," tutup Hegy. (ew)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved