Breaking News:

Berita Surabaya

Kapolrestabes Surabaya Ingatkan Oknum Penimbun Makanan hingga Multivitamin akan Ditindak Tegas

Penimbunan atau menahan peredaran, baik makanan, multivitamin bahkan obat obatan selama pandemi dapat ditindak tegas.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
thikstockphotos
ilustrasi - Minimarket 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Tingginya kasus Covid-19 di Indonesia membuat sejumlah masyarakat melakukan panic buying.

Satu di antara merek susu ternama misalnya, kini ludes dibeli masyarakat sejak beberapa hari lalu.

Mereka menyerbu apotek ataupun supermarket untuk membeli berbagai produk makanan, suplemen maupun obat yang diklaim dapat meringankan gejala Covid 19.

Tanpa disadari, kondisi tersebut membuat beberapa produk menjadi langka.

Bahkan, beberapa di antaranya ada yang menjual produk-produk tersebut dengan harga selangit.

Melihat hal tersebut, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir menghimbau agar para pihak tidak melakukan penimbunan.

Isir meminta siapapun yang beniat melakukan penimbunan atau menahan peredaran, baik makanan, multivitamin bahkan obat obatan selama pandemi agar segera mendistribusikan.

"Apabila ada, segera distribusikan atau jual dengan tidak mengambil keuntungan yang berlebihan," tegas Isir, Senin (5/7/2021).

"Apabila ditemukan dan tidak mengindahkan maka kami akan tindak tegas," sambung dia.

Isir juga meminta kepada masyarakat yang menemukan penyelewengan oknum yang mengambil keuntungan dengan menahan peredaran obat obatan, makanan, dan multivitamin untuk segera melapor kepihak berwajib.

"Kepada masyarakat yang menemukan penimbunan dan sejenisnya, segera laporkan ke Polisi dan kami langsung melakukan penindakan," pungkasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian Purnomo menambahkan, pihaknya telah membentuk Satgas penegakan hukum (Gakkum) untuk melakukan pengawasan dan mengantisipasi adanya penimbunan.

"Kami telah membentuk Satgas Gakkum untuk melakukan pengawasan distribusi makanan, minuman multivitamin dan obat obatan, sesuai perintah atasan kami akan tindak dan proses hukum bagi pihak yang meakukan hal tersebut," ungkap Oki.

Polisi juga akan mengawasi ketersediaan alat kesehatan, mengingat di beberapa daerah terdapat kelangkaan yang diduga dilakukan penyelewengan oleh pihak pihak yang ingin mendapat keuntungan lebih.

"Bila ditemukan ada yang melakukan penyelewengan, maka kami akan tindak tegas sebagaimana diatur dalam undang undang," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved