Breaking News:

Berita Sampang

Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ulama Karismatik Madura, Polres Sampang Kumpulkan Bukti dan Saksi

Polres Sampang saat ini tengah mengumumpulkan saksi-saksi dan bukti atas kasus dugaan ujaran kebencian KH Syafiuddin.

TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Simpatisan dan Muhibbin dari Kiai Syafiuddin saat berada di Mapolres Sampang, Jumat (2/7/2021). 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kasus dugaan ujaran kebencian yang ditujukan pada Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, KH Syafiuddin, kini didalami kepolisian.

Polres Sampang saat ini tengah mengumumpulkan saksi-saksi dan bukti atas kasus dugaan ujaran kebencian KH Syafiuddin tersebut.

Sebelumnya, dalam kasus ini, simpatisan dan muhibbin dari KH Syafiuddin melaporkan belasan akun Facebook yang diduga melakukan ujaran kebencian.

Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Sudaryanto mengatakan, pihaknya tengah menjalani proses penyelidikan atas kasus pelecehan salah satu ulama karismatik di Madura tersebut.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Pelamar CPNS 2021 Gelisah hingga CJH Tarik Biaya Pelunasan Haji

Ia menyebut, beberapa saksi dan barang bukti sudah dikumpulkan guna memperkuat data.

"Beberapa saksi sudah dikumpulkan untuk dimintai keterangan, bahkan beberapa identitas sudah ada" ujarnya kepada TribunMadura.com.

Ia menambahkan, proses saat ini telah masuk pemanggilan terhadap sejumlah pemilik akun FB tersebut.

Akan tetapi, yang bersangkutan mangkir dari panggilan, sehingga akan dilakukan proses selanjutnya.

"Untuk identitasnya tunggu dulu, tapi mereka tidak datang saat dipanggil," pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus tersebut bermula saat video penyampaian KH Syafiuddin yang berdurasi 1.20 detik di share oleh akun FB bernama Wildan.

Simpatisan dan Muhibbin dari Kiai Syafiuddin saat berada di Mapolres Sampang, Jumat (2/7/2021).
Simpatisan dan Muhibbin dari Kiai Syafiuddin saat berada di Mapolres Sampang, Jumat (2/7/2021). (TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA)

Video itu berisi tentang KH Syafiuddin menyampaikan "Vaksin aman dan halal" pasca menjalankan vaksinasi.

Namun banyak netizen berkomentar dengan kata umpatan dan menghina, sehingga dilaporkan kepada polisi setempat oleh Simpatisan KH. Syafiuddin dan tercatat 14 akun yang nantinya berurusan dengan hukum.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved