Virus Corona di Bangkalan

Tiga Kabupaten di Madura Masuk Zona Merah Covid-19, Sisakan Sumenep di Zona Oranye, Simak Datanya

Ketiga kabupaten di Madura yang masuk zona merah Covid-19 yakni, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Instagram/jatimpemprov
Update zona merah di Madura, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Tiga kabupaten di Madura kini masuk zona merah Covid-19.

Ketiga kabupaten di Madura yang masuk zona merah Covid-19 yakni, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Sumenep menjadi satu-satunya kabupaten di Madura yang masuk zona oranye.

Perubahan kenaikan status penyebaran Covid-19 di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan terjadi pada Selasa 6 Juli 2021.

Pada Rabu (7/7/2021), terdapat enam kasus baru kematian di Bangkalan.

Hal ini menambah jumlah kematian akibat Covid-19 di Bangkalan selama sepekan terakhir.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Penghinaan Ulama Karismatik Madura hingga Bangkalan Zona Merah

Terhitung 1-7 Juli 2021, Status Terkini Covid-19 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menyebutkan, total kasus kematian dalam sepekan terdata sejumlah 34 orang.

Dari jumlah tersebut, 26 kasus kematian di antaranya tercatat selama PPKM Darurat yang diterapkan mulai Sabtu (3/7/2021).

 “Mulai hari ini, kita kembali ke zona merah Covid-19. Dari 15 indikator penilaian yang mempengaruhi perubahan zona epidemologi, tiga di antaranya menjadi indikator utama. Salah satunya adalah angka kematian,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo.

Pernyataan status zona merah dari Sudiyo nampaknya tidak selaras dengan tampilan update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan yang diunggah Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bangkalan pada website Pemkab Bangkalan, bangkalan.go.id, Rabu (7/7/2021).

Zona epidemologi pada Peta Sebaran Covid-19 itu tidak satupun kecamatan dengan tampilan warna merah atau zona merah. 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan sejak Senin (5/7/2021) masih berstatus zona orange atau beresiko sedang tingkat penyebaran Corona.

“Hari ini 6 (orang meninggal). Rata-rata jumlah kematian mencapai 5 orang per hari (3-6 Juli 2021). Ini yang menyebabkan kita kembali ke zona merah,” jelas Sudiyo.

Status Terkini Covid-19 yang diterima Surya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, total kasus kematian terhiutng sejak 1-7 Juli 2021 sejumlah 34 orang. Selama itu pula, total kasus baru terkonfirmasi tercatat sejumlah 388 orang, total sembuh baru mencapai 610 orang, dan kasus aktif atau belum sembuh cenderung menurun di angka 751 orang dari 993 orang pada 1 Junli 2021.

Sudiyo memaparkan, indikator kedua yang menjadikan Bangkalan kembali ke zona merah Covid-19 adalah tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Saat ini, lanjutnya, pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di RSUD Syamrabu sejumlah 161 pasein dari total 216 tempat tidur yang disediakan di ruang isolasi.

“BOR rumah sakit tidak pernah di bawah 70 persen. Rata-rata di angka 73 persen hingga 75 persen, berarti hunian pasien masih tinggi,” paparnya.

Dari total 751 kasus aktif atau belum sembuh, sejumlah 484 orang di antaranya melakukan isolasi mandiri di rumah, 7 orang menjalani isolasi di gedung Balai Diklat, dan 250 orang lainnya menjalani perawatan di RSUD Syamtabu Bangkalan. Sedangkan 10 orang sisanya, dirawat di rumah sakit di Surabaya.

Indikator ketiga yang menyerat Kabupaten Bangkalan kembali ke kubangan zona merah Covid-19 adalah rendahnya jumlah pengiriman spesimen swab PCR dari target yang diharapkan Kementerian Kesehatan.

“Masyarakat kita kalau dilakukan swab (PCR) cenderung takut sehingga rata-rata pengiriman spesimen kita berkisar 300 spesimen bahkan di bawah 200 spesimen per hari. Sedangkan kementerian mengharapkan sebanyak 2.000 spesimen per hari,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved