Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Penambahan Kasus Covid-19 dan Ketersediaan Tenaga Dokter Diibaratkan seperti Membersihkan Atap Bocor

Ketua IDI Surabaya mengibaratkan penambahan kasus Covid-19 dan ketersediaan dokter seperti atap yang bocor.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/BOBBY KOLOWAY
Pemerintah Kota Surabaya melakukan swab test di sejumlah Rusun di Surabaya, Selasa (25/5/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ratusan tenaga kesehatan dokter di Surabaya terkonfirmasi positif Covid-19.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya mendata, ada sebanyak 212 dokter yang terpapar Covid-19

Ketua IDI Surabaya, dr Brahmana Askandar Tjokroprawiro menyebut, jumlah tersebut hanya dokter saja, belum PPDS, perawat, tenaga pemulasaran, dan lain-lain.

"Selama ini tenaga dokter di Surabaya sudah melayani sebaik mungkin. Namun kapasitas tenaga dokter tidak sebanding dengan kasus yang melonjak yang mengakibatkan pelayanan tidak optimal," kata dia, Kamis (8/7/2021).

"Sehingga tenaga kesehatan pun satu persatu tumbang," ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi rumah sakit di Surabaya saat ini semua penuh.

Baca juga: Jalan Mastrip Perbatasan Surabaya- Sidoarjo-Gresik Ditutup 24 Jam, Dibuka Lagi setelah PPKM Darurat

Pasien datang tertahan di UGD juga lumrah terjadi setiap hari.

Penambahan kapasitas rumah sakit, menurutnya selalu dilakukan, namun yang menjadi pekerjaan berat jika harus menambah tenaga kesehatan.

Menurutnya, kondisi saat ini seperti atap yang bocor dan dokter sebagai orang yang membersihkan lantai.

"Selama atap yang bocor tidak ditekan, jumlah kasus tetap meledak, berapapun tenaga untuk membersihkan lantai ditambah, lantai tidak akan pernah bersih," terangnya.

Iapun meminta kepada masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan dan mematuhi PPKM dari pemerintah dengan sepenuh hati.

"Dengan tidak keluar rumah jika tidak diperlukan, diharapkan penyebaran Covid-19 akan bisa ditekan, "pesan pria yang juga menjabat Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi FK Unair ini.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Madura Didominasi Zona Merah hingga Kasus Ujaran Kebencian Ulama

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved