Breaking News:

Virus Corona di Ponorogo

4 Ruas Jalan Utama di Kabupaten Ponorogo Ditutup 24 Jam Setiap Hari Minggu Selama PPKM Mikro Darurat

Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Suromenggolo di Ponorogo ditutup selama 24 jam pada hari Minggu (11/7/2021).

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Penutupan Jalan HOS Cokroaminoto, Minggu (11/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com Network, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Dua ruas jalan utama di Ponorogo ditutup selama 24 jam pada hari Minggu (11/7/2021).

Kedua ruas jalan tersebut adalah Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Suromenggolo atau jalan baru.
Polisi memasang police line atau garis polisi dan pagar melintang di kedua jalan tersebut.
Banyak pengendara yang kecele harus putar balik lantaran tidak mengetahui penutupan kedua jalan tersebut.
KBO Satlantas Polres Ponorogo, Iptu Saiful Bahri mengatakan penutupan jalan tersebut akan dilakukan setiap hari Minggu selama PPKM mikro darurat.
"Mulai ditutup hari Minggu pukul 05.00 WIB hingga dibuka hari Senin pukul 05.00 WIB. Jadi 24 jam," kata Saiful, Minggu (11/7/2021).
Selain itu, Polres Ponorogo juga menutup Jalan Urip Sumoharjo setiap hari Minggu, mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan Senin pukul 05.00 WIB.
Saiful mengatakan, ruas jalan tersebut dipilih untuk ditutup lantaran menjadi titik keramaian dan berkumpulnya masyarakat.
"Karena memang banyak pedagang jadi masyarakat juga banyak yang kesitu," lanjutnya.
Sebelumnya Car Free Day di Jalan Suromenggolo sendiri juga sudah dilarang sejak 27 Juni kemarin.
"Sekarang ini kita mempertegas dengan cara menutup selama 24 jam," kata Saiful.
Tak hanya itu, 4 ruas jalan utama di Kabupaten Ponorogo juga lebih dulu ditutup mulai pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB selama PPKM darurat, 3-20 Juli 2021.
4 ruas jalan tersebut antara lain, jalan seputar Alun-alun Ponorogo, lalu Simpang 4 Jalan Diponegoro (Tambakbayan), Simpang 3 Jalan Jenderal Sudirman (Ngepos), dan Simpang 4 Jalan HOS Cokroaminoto (Pasar Legi).
Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Indra Budi Wibowo mengatakan saat pembatasan ini dilakukan tidak boleh ada satupun kendaraan yang lewat di ruas jalan tersebut.
"Untuk penutupan ruas jalan sudah berjalan. Memang ada beberapa yang ngeyel, tidak banyak tapi setelah kita ingatkan lambat laun sadar," kata Indra.
Ia menjelaskan keempat ruas jalan tersebut dipilih untuk dilakukan pembatasan lantaran keempat jalan tersebut selalu ramai termasuk di malam hari.
Ketika ruas jalan ditutup, lanjut Indra, bukan lalu lintas kendaraan saja yang dilarang tetapi seluruh kegiatan masyarakat, mulai dari toko hingga pedagang kaki lima (PKL).
"Kalau ada penutupan ruas jalan, tentu aktivitas di jalan tersebut juga tidak ada. Selain itu di SE bupati juga disebutkan pelarangan kegiatan masyarakat dimulai dari jam 8," lanjutnya.
Masyarakat sendiri, jelas Indra sudah mulai mengerti dan menurut dengan aturan tersebut.
"Dikasih tahu nurut kok, kalau ada kucing-kucingan, lampu dimatiin ya wajar. Tapi karena mereka sudah mulai terbiasa dan mengerti jadi ya tidak ngeyel," tambahnya.
Satlantas Polres Ponorogo sendiri telah mengatur rekayasa lau lintas ketika empa jalan tersebut ditutup.
"Kita akan memasang rambu lalu lintas dan mengatur rekayasa lalu lintasnya," jelasnya.

FOLLOW JUGA:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved