Breaking News:

Berita Kediri

Bupati Kediri Beri Peringatan Keras untuk Kafe yang Melanggar Aturan PPKM Darurat di Kediri

Selain itu Mas Dhito sempat menghubungi pemilik kafe via telpon untuk meminta menaati peraturan dan mengsosialisasikan aturan pemerintah.

Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Farid Mukarrom
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat melakukan sidak warung kopi yang langgar aturan PPKM Mikro Darurat Minggu (11/7/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Peringatan keras disampaikan oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat melakukan sidak kedua kalinya di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.

Sekitar sepuluh kafe di Pare, Kediri diberi peringatan keras karena melanggar aturan PPKM Mikro Darurat 3 - 20 Juli 2021.

Dalam kegiatan sidak ini Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana didampingi Kapolres Kediri Lukman Cahyono dan Dandim 0809 Letkol Inf Ruly Eko Suryawan untuk memantau warung usaha yang masih buka diatas jam 20.00 WIB.

Hasil sidak yang dilakukan Mas Dhito masih menemukan banyak pemilik kafe yang melanggar aturan PPKM Mikro Darurat.

Salah satu aturan yang dilanggar ini adalah dimana para pembeli yang tak pakai masker, berkerumun hingga makan di tempat.

Selain itu Mas Dhito sempat menghubungi pemilik kafe via telpon untuk meminta menaati peraturan dan mengsosialisasikan aturan pemerintah.

Bahkan Mas Dhito juga sempat memborong dagangan dari Pemilik Kafe, tujuannya agar mau menutup operasional di atas jam 20.00 WIB.

Saat diwawancarai bersama awak media, Mas Dhito menyampaikan ada 7 – 10 kafe yang melakukan pelanggaran. 

"Kami Pemkab bersama Polres dan Kodim 0809 tidak segan memberikan sanksi tegas terhadap pemilik kafe, warung, maupun pedagang kaki lima yang tetap melanggar peraturan di masa PPKM Darurat," ungkapnya.

Bahkan menurut Putra Menseskab Pramono Anung ini pihaknya tak segan menutup usaha warung makan atau kafe yang melanggar PPKM Mikro Darurat.

“Aturan PPKM Darurat ini bukan tutup jam 8. Melainkan tidak boleh makan di tempat,“ ujarnya.

Untuk menindaklanjuti hal ini Mas Dhito mengerahkan tiga pilar di tingkat desa dan kecamatan untuk mensosialisasikan hal tersebut. 

“Saya menghimbau kepada Kepala Desa, Babinmas, Babinsa dan Kapolsek, Danramil, dan Camat untuk turun,” tutur Mas Bup.

Jika pelanggaran ini masih terjadi, maka yang dikhawatirkan adalah tenaga medis yang akan kewalahan menangani pasien Covid-19.

"Tujuan sidak ini jelas agar kita bisa menghentikan risiko penularan Covid-19 yang masih tinggi di Kabupaten Kediri. Saya mengimbau kepada masyarakat agar bersabar dan bisa menahan diri untuk tak keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved