Breaking News:

Berita Mojokerto

Menghina Polisi Lewat Video TikTok hingga Viral, Sopir Truk di Mojokerto Ditangkap, Ini Pengakuannya

Sopir truk asal Kabupaten Sidoarjo ditangkap karena mengumpat dan menghina institusi Polri melalui media sosial TikTok.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Rilis kasus sopir truk tangki air mengumpat dan menghina institusi Polri melalui media sosial TikTok di Mapolres Mojokerto, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Polres Mojokerto menangkap dua sopir truk tangki air bernama GLP (35) dan EL (18), warga Kabupaten Sidoarjo

Keduanya ditangkap karena mengumpat dan menghina institusi Polri melalui media sosial TikTok.

Mereka merekam video sambil mengumpat polisi lantaran kesal tidak dapat mengambil air isi ulang ke daerah Pacet karena adanya penutupan jalan terkait PPKM Darurat di Jalan Simpang Empat Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Dalam rekaman video tersebut, tampak sopir truk yang sedang melewati Simpang Empat Awang-awang arah Kecamatan Pacet itu mengungkapkan kekecewaannya karena disekat.

"Awang-awang ditutup, polisine mbokne hancok, polisine lo ero dewe barange Awang-awang ditutup, Awang-awang tutup woy, polisi mbokme ancok, ini tau sendiri kondisinya Jalan Awang-awang ditutup," katanya.

Baca juga: Anggota Polisi Berpangkat Brigadir Dipecat secara Tidak Hormat, Ini Sebab sang Polisi Dikeluarkan

Kemudian, video itu diunggah di aplikasi media sosial TikTok melalui akun @saperol dan viral sehingga meresahkan masyarakat, khususnya institusi Polri.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexsander menjelaskan, pihaknya mengamankan dua sopir truk tangki pengangkut air asal Kabupaten Sidoarjo karena melontarkan kata kasar terhadap institusi polisi pada Minggu (11/07/2021).

"Jadi bermula dari video viral aplikasi TikTok di wilayah Kabupaten Mojokerto dalam proses kegiatan kita mempunyai patrolicyber kita mendapati video tersebut," jelasnya, Senin (12/7/2021).

AKBP Dony Alexsander menyebut, kedua pelaku mengakui perbuatanya dan meminta maaf terhadap institusi Polri tersebut.

"PPKM Darurat ini untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan angka mobilitas masyarakat agar dapat menurunnya angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved