Breaking News:

Berita Trenggalek

Dua Kali Melanggar Aturan PPKM Darurat, Pelanggar Protokol Kesehatan ini Disanksi Denda Rp 200 Ribu

Pemilik usaha warung didenda Rp 200 ribu karena melanggar protokol kesehatan saat PPKM Darurat.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AFLAHUL ABIDIN
Seorang pelanggar prokes mengikuti sidang virtual dari area sekitar Stadion Menak Sopal, Trenggalek Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, TRENGGALEK – Sembilan orang pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Trenggalek menjalani sidang secara virtual, Selasa (13/7/2021).

Mereka yang melanggar protokol kesehatan mengikuti sidang dari salah satu sudut ruangan kompleks Stadion Menak Sopal.

Di sana tersedia perangkat komputer lengkap dengan pengeras suara.

Lewat jaringan internet, komputer tersambung dengan hakim yang berada di Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek.

Ketua PN Trenggalek, Deny Riswanto menjelaskan, berdasarkan jadwal yang ada, terdapat sembilan orang yang menjalani sidang online pelanggaran protokol kesehatan di Kabupaten Trenggalek.

“Kami dari PN sudah menerima pelimpahan berkas perkara tentang pelanggaran prokes dan hari ini kami sidangkan,” kata Deny.

Deny berharap, penegakan hukum terhadap pelanggaran prokes akan meningkatkan kepatuhan warga. Sehingga penularan dan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek dapat ditekan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Darfiah mengatakan, pihaknya akan mendukung program pemerintah dalam menegakkan prokes selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Ini sesuai dengan instruksi mendagri, peraturan bupati, dan peraturan jaksa agung, mulai saat ini dan seterusnya, operasi yustisi akan terus digelar dan proses sidangnya akan digelar secara online,” ungkapnya.

Pihaknya berharap seluruh masyarakat di Kabupaten Trenggalek tetap patuh terhadap aturan yang ada dalam PPKM Darurat.

Dari data yang dihimpun Surya ( grup TribunMadura.com ), sembilan pelanggar prokes mendapat vonis yang berbeda-beda dari majelis hakim.

Vonis paling besar, yakni denda Rp 200 ribu bagi pemilik usaha warung yang membuka tempat usahanya selepas pukul 20.00 WIB.

Denda itu ditetapkan karena ia sudah dua kali disanksi untuk masalah yang sama.

Selain itu, ada juga warga yang tak memakai masker turut di sidang dalam agenda itu. Banyak dari mereka mendapat vonis denda Rp 50 ribu.

Pada hari yang sama, petugas gabungan juga mendapati sebelas orang pelanggar prokes. Mereka dijadwalkan menjalani sidang pada Kamis (15/7/2021) mendatang. (fla)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved