Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Bangkalan Satu-Satunya Wilayah Zona Merah di Madura, 5 Kecamatan Berisiko Tinggi Penyebaran Covid-19

Kabupaten Bangkalan menjadi satu-satunya wilayah di Madura yang masuk dalam zona merah hingga Selasa (13/7/2021).

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Blega melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan kepada pengendara dan pengunjung Pasar Blega, Bangkalan, Rabu (14/7/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALANKabupaten Bangkalan masuk dalam zona merah atau berisiko tinggi tingkat penyebaran Covid-19.

Data Kominfo Jatim, Kabupaten Bangkalan menjadi satu-satunya wilayah di Madura yang masuk dalam zona merah hingga Selasa (13/7/2021).

Lima kecamatan di Kabupaten Bangkalan, yakni Kota, Socah, Kamal, Tragah, dan Tanjung Bumi kembali terperosok ke dalam kubangan zona merah.

Tidak ingin daerahnya terseret bersama lima kecamatan zona merah, Tiga Pilar Kecamatan Blega yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan berjibaku mempertahankan Blega di zona oranye atau berisiko sedang tingkat penyebaran Covid-19.

“Pertama kali Covid-19 di Bangkalan muncul di Kecamatan Blega. Karena itu, kami bertekad bersama bersama polsek, kecamatan, puskesmas, serta masyarakat Blega menjaga Blega tidak kembali naik ke zona (merah) yang ditakutkan,” ungkap Danramil Blega, Kapten Chb Muhammad Tohari kepada Surya ( grup TribunMadura.com ), Rabu (14/7/2021).

Baca juga: 5 Kecamatan di Bangkalan Kembali Masuk Zona Merah, Masih Banyak Warga Takut Periksa ke Faskes

Berdasarkan Data Kasus Aktif Korem 084/BJ hingga Selasa (13/7/2021), total jumlah warga Kecamatan Blega yang menjalani isolasi mandiri di rumah sebanyak 4 orang. Dengan rincian 3 orang di Desa Blega dan 1 orang di Desa Gigir.

“Semua titik kerumunan masyarakat kami pantau mulai dari pasar dan tempat ibadah. Selain itu penerapan PPKM Mikro secara rutin kami laksanakan, sounding (woro-woro) sana sounding sini terkait imbauan disiplin protokol kesehatan, sebar masker, hingga penyemprotan cairan disinfektan ,” tegas mantan Kepala Seksi Intel Kodim 0829 Bangkalan itu.

Tidak sebatas itu, upaya Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Blega untuk bertahan dan melepaskan diri dari cengkraman zona merah Covid-19 juga dilakukan dengan gelaran Serbuan Vaksinasi yang dipusatkan di Puskesmas Blega, setiap Selasa dan Kamis.

Kekhawatiran Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Blega memang cukup beralasan. Berdasarkan Status Terkini Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan hingga Rabu (14/7/2021) menyebutkan, kasus baru atau penularan positif terkonfirmasi sejumlah 46 orang.

Total sembuh baru terdata sebanyak 57 orang dengan angka kematian baru sejumlah 10 orang. Dari total 639 kasus aktif atau belum sembuh.

429 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah, 177 orang menjalani perawatan di RSUD Syamrabu Bangkalan, dan 32 orang lainnya dirawat di rumah sakit rujukan di Surabaya.

“Sekali lagi, kami berupaya terus mengantisipasi agar status Blega tidak kembali ke zona merah Covid-19, melalui gerakan rutin penerapan disiplin protokol kesehatan,” pungkas Tohari. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved