Breaking News:

Berita Sumenep

Pengunjung Pasar Anom Baru Dibatasi Hanya 50%, Demi Tekan Penyebaran Covid-19 di Tengah PPKM Darurat

Pembatasan ini khusus bagi pengunjung pasar penjualan sembilan bahan pokok (sembako) selama penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Suasana di Pasar Anom Baru Sumenep - Pengunjung dibatasi hanya 50 persen selama PPKM Darurat 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemerintah pusat secara resmi mengambil kebijakan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang terhitung sejak tanggal 3 - 20 Juli 2021 mendatang.

Hal ini dilakukan tak lain untuk mengendalikan dan menekan angka kasus penyebaran virus Covid-19.

Dari itulah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep secara resmi membatasi pengunjung pasar Anom Baru Sumenep.

Pembatasan ini khusus bagi pengunjung pasar penjualan sembilan bahan pokok (sembako) selama penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Ardhi Ali Sochibi mengatakan bahwa pembatasan itu berdasarkan Inmedagri nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat Jawa-Bali.

"Untuk pengunjung pasar di Sumenep saat ini dibatasi 50 persen dari jumlah normal biasanya," kata Ardhi Ali Sochibi, Kamis (15/7/2021).

Pihaknya menegaskan, kalau bagi penjual sembakonya itu tidak ditutup, dengan alasan didalamnya ada kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, katanya hanya dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

Jika pasar sembako ditutup menurutnya, nanti dikawatirkan masyarakat kebingungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Makanya tetap dibuka, termasuk penjualan daging. Kalau untuk semua pasar hewan di Sumenep ditutup sementara," katanya.

Selama penerapan PPKM Darurat Covid-19, pihaknya mengimbau masyarakat yang hendak menjual hewan sebaiknya melalui jejaring media sosial atau bisa juga dengan melalui orang ke orang.

"Sementara waktu bisa dilakukan seperti itu dulu. Kami juga menjaga keselamatan masyarakat Sumenep dari penularan Covid-19 yang disebabkan kerumunan," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved