Breaking News:

Berita Bangkalan

Seruan Tak Toron atau Jangan Mudik saat Idul Adha Diserukan MUI dan Polres Bangkalan, Simak Alasan

Tradisi toron atau mudik yang biasa dilakukan oleh warga Bangkalan, umumnya warga Madura terpaksa tidak dilakukan terlebih dahulu.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Ilustrasi mudik - Suasana mudik warga kepulauan di Sumenep yang akan menaiki kapal, mudik lebih awal dilakukan saat Ramadan 2020 

Kiai Syarif bahkan menyebar pesan imbauan dalam bentuk sticker yang dalam dua hari terakhir ramai dijadikan status profil WhatsApp.

Berikut pesan imbaum dengan logo MUI, ‘Pesan Ulama, orang Madura khsusunya Bangkalan tidak perlu pulang kampung saat Idul Adha demi menjaga kesehatan dan meminimalisir penyebaran Covid-19’.   

“Penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan dengan prokes seperti pakai masker dan jaga jarak. Panitia diharapkan bisa mengantarkan kepada yang berhak menerima daging kurban atau disiapkan dengan memaksimalkan prokes,” tegas Kiai Syarif.

Pengasuh Ponpes (ponpes) Salafiyah Sa’adiyah, Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya itu pun merasakan besarnya dampak pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat. Bahkan sejak dua bulan terakhir, Kiai Syarif memutuskan untuk me-lockdown ponpesnya.

Ia memaparkan, semua aktifitas 800 lebih santri yang berdomisili di dalam ponpes dilakukan secara daring, proses mengaji kitab dan sesi tanya jawab dilakukannya dari dalam kamar melalui pengeras suara, hingga pembatasan kunjungan dari wali santri.  

Penerapan rapid test antigen diberlakukan bagi para santri yang hendak kembali ke ponpes. Bagi santri yang dinyatakan reaktif, Kiai Syarif mengarahkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Masyarakat juga merasakan kondisi ini memang berat. Kasihan karena pendapatan menurun. Tetapi kalau jiwa terancam dan terganggu, (beraktivitas) tidak boleh juga dan itu diatur dalam agama,” pungkasnya.  

Baca juga: Menjelang Idul Adha 2021 di Tengah PPKM Darurat, Harga Kambing Kurban Justru Naik di Kediri

Selain tingginya angka penularan Covid-19, Status Terkini Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan dalam empat hari terakhir juga mencatat kasus kematian sejumlah 39 orang dalam kurun empat hari terakhir.

Sedangkan total angka kesembuhan mencapai sejumlah 250 orang. Adapun kasus aktif atau belum sembuh hingga Jumat (16/7/2021) terdata sebanyak 627 orang. Dengan rincian 418 orang melakukan isolasi mandiri di rumah, 156 orang dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan, dan 50 orang sisanya dirawat di rumah sakit di Surabaya.

Kapolres Bangkalan sekaligus Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan, AKBP Alith Alarino mengimbau masyarakat Bangkalan di luar daerah untuk mempertimbangkan kondisi dan perkembangan Corona sebelum kembali ke kampung halaman untuk berlebaran kurban.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved