Berita Gresik
Warga Curiga ada Bau Busuk, Ternyata ada Mayat Warga yang Diduga Sedang Isolasi Mandiri
Dari informasi yang dihimpun, Siti Maysaroh sedang menjalani isolasi mandiri yang diduga akibat terpapar Covid-19.
Penulis: Soegiyono | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Jenazah Siti Maysaroh (45), warga Jalan Malang Nomor 8 RT 1 RW 5 Perumahan, Gresik Kota Baru ( GKB), Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Jumat (16/7/2021).
Kondisi jenazah sudah membusuk, diduga sudah meninggal dunia selama 3 hari lebih.
Dari informasi yang dihimpun, Siti Maysaroh sedang menjalani isolasi mandiri yang diduga akibat terpapar Covid-19.
Sementara, suaminya yaitu Toyib (51), tinggal di kampung halaman.
Warga curiga adanya mayat tersebut akibat adanya bau busuk dari dalam rumah.
Setelah itu, warga lapor ke Ketua Rukun Tetangga.
Selanjutnya, dilaporkan ke jajaran Polsek.
"Sudah seminggu sendiri, sebab kemungkinan sedang isolasi mandiri. Sepekan kemarin ada suaminya. Kemudian, suaminya ke orang tuanya," kata Gilang, warga sekitar Perumahan GKB.
Selama isoman, Siti Maysaroh hidup sebatang kara, sebab belum mempunyai anak.
Sedangkan suaminya kembali ke orang tuanya di kampung halaman.
"Siti belum punya anak. Dia hidup sendiri," imbuhnya.
Untuk memindahkan jenazah tersebut, satgas Covid-19 memindahkan jenazah dengan pakaian hazmat lengkap.
Kemudian, jenazah dibawa ke RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana, mengatakan, kejadian tersebut ditemukan warga sekitar pukul 08.30 WIB saat warga setempat hendak mengecek rumah korban karena lampu rumah menyala terus.
Ketika membuka pintu rumah, yang kebetulan tidak terkunci warga mencium bau tidak sedap.
Akhirnya warga lapor RT dan selanjutnya menghubungi Polsek Manyar.
"Anggota kami saat melakukan pengecekan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar," kata AKP Bima Sakti.
Ditambahkan Bima sakti mengatakan, keluarga korban menyampaikan, bahwa korban memiliki penyakit diabetes.
"Tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban, pihak keluarga korban mengatakan ini sudah takdir dan tidak berkenan dilakukan otopsi dan tertuang di Surat Pernyataan yang mengetahui oleh Kepala Desa setempat," imbuhnya. (ugy/Sugiyono).