Breaking News:

Berita Pamekasan

Bantu Perekonomian Warga Pamekasan saat Pandemi, Mahasiswi UTM Sosialisasi Pembuatan Nugget Ayam

Warga Desa Larangan Badung, Kabupaten Pamekasan, diberikan pelatihan pembuatan dan pemasaran nugget ayam berbasis inovasi hasil usaha ternak ayam.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Nur Kholizah (kanan) saat berfoto dengan warga Larangan Badung, Pamekasan, Madura, Sabtu (17/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyosialisasikan pembuatan dan pemasaran nugget ayam berbasis inovasi hasil usaha ternak ayam di Desa Larangan Badung, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Sosialisasi itu disampaikan langsung oleh Nur Kholizah, mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan ke sejumlah warga setempat.

Dalam kesempatan itu, mahasiswi yang akrab disapa Elly ini menyosialisasikan pembuatan dan pemasaran nugget ayam berbasis inovasi hasil usaha ternak ayam itu dalam rangka Pengabdian Masyarakat LPPM UTM.

Elly menjelaskan, sasaran program yang pihaknya gagas ini dikhususkan bagi ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan di rumahnya.

Tujuannya, agar selama masa pandemi Covid-19 ini, para ibu rumah tangga lebih produktif sehingga perekonomiannya bisa tetap stabil bahkan berkembang.

Baca juga: Warga Bunder Pamekasan Dapat Pelatihan Buat Pupuk Organik Cair dari Limbah, Simak Cara Mengolahnya

"Kalau sudah bisa bikin pembuatan nugget ayam ini, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan perekonomian yang sebelumnya turun dikarenakan dampak pandemi Covid-19," kata Elly kepada TribunMadura.com, Sabtu (17/7/2021).

Menurut Mahasiswi semester 6 ini, sasaran pemasaran nugget ayam itu, yakni masyarakat umum. Per 50gr nugget harganya Rp 10 ribu.

Selain itu, pemasaran penjualan nugget hasil karya masyarakat Desa Larangan Badung nantinya juga akan dibantu penjualannya melalui pasar online. Sehingga, banyak masyarakat luas yang bisa membelinya.

"Jadi inovasi ini diharapkan dapat membuat masyarakat larangan Badung bangkit di masa pandemi Covdi-19," harapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved