Virus Corona di Bangkalan

Ada 138 Kasus Penularan Covid-19 hingga Pergeseran Zona Merah di Sepanjang Pantai Selatan Bangkalan

Ada 138 kasus penularan Covid-19 dan terjadi pergeseran dan penambahan zona merah Covid-19 pada update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan.

Pemkab Bangkalan
Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan per Senin (19/7/2021) menunjukkan sepanjang pesisir Pantai Selatan Bangkalan berstatus zona merah atau berisiko tinggi tingkat penyebaran virus corona. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Rilis perkembangan kasus Corona Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan melalui Status Terkini Covid-19 dan update Peta Sebaran Covid-19 pada H-1 Idul Adha, Senin (19/7/2021) menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan.

Pada Status Terkini Covid-19 disebutkan, kasus baru atau penularan mencapai 138 kasus dengan 120 orang di antaranya terlibat kontak dan 18 orang lainnya dinyatakan bergejala.

Sehari sebelumnya, kasus baru terdata sejumlah 145 kasus dengan 112 orang di antaranya terlibat kontak dan 33 orang lainnya dinyatakan bergejala.

Kasus meninggal baru terdata sejumlah 12 orang, lebih rendah dari kasus sehari sebelumnya yang berada di angka 19 orang. Sedangkan sembuh baru meningkat di angka 83 orang, lebih tinggi dari sehari sebelumnya yang berjumlah 52 orang.

Selain itu, terjadi pergeseran dan penambahan zona merah Covid-19 pada update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan.

Zona merah atau kawasan berisiko tinggi penyebaran Corona dalam seminggu terakhir berkutat di lima kecamatan; Kota, Socah, Kamal, Tragah, dan Tanjung Bumi.

H-1 Lebaran Ketupat ini, zona merah Covid-19 bergeser di sepanjang kawasan Pantai Selatan Kabupaten Bangkalan.

Meliputi Kecamatan Kamal, Labang, Kwanyar, dan Modung.

Zona merah lainnya berada di Kecamatan Kokop dan Kecamatan Kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengungkapkan, penambahan dan pergeseran zona merah itu dikarenakan terjadinya peningkatan kasus kematian baru secara masif dalam seminggu terakhir.

“Pengiriman spesimen rapid PCR cenderung lemah. Jika ada satu orang positif, kami mencari testing sekitar 30-40 spesimen. Tetapi rata-rata kami masih di bawah 5 spesimen,” ungkap Sudiyo kepada TribunMadura.com.

Angka kematian dalam seminggu terakhir berdasarkan Status Terkini Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menyentuh angka 80 orang. Lonjakan kasus kematian terjadi pada Sabtu (17/7/2019) sejumlah 20 orang, sehari sebelumnya terdata 9 orang. Sehari berikutnya, Minggu (18/7/2021) sejumlah 19 kasus kematian baru, dan Senin (19/7/2021) sejunlah 12 orang.

“Di Kecamatan Labang dan Kecamatan Kamal, puncak kasus meninggal terjadi pada minggu ini, penambahan kasus (penularan) masih banyak, hingga puncak kasus perawatan di rumah sakit juga terjadi dalam minggu ini,” pungkas mantan Kepala Puskesmas Blega itu.

Sebelumya, sejumlah tokoh ulama mulai dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan, KH Syarifuddin Damanhuri, Ketua PC Nahdlatul Ulama Bangkalan, KH Makki Nasir, hingga Ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad dan Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino mengimbau masyarakat bangkalan tidak ‘toron’ atau pulang kampung.  

Bahkan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron melalui stiker yang ramai dijadikan status profil WhatsApp, mengimbau masyarakat Bangkalan di perantauan agar menahan rasa rindu untuk merayakan lebaran di kampung halaman bersama keluarga.

“Saya mengerti kita semua pasti rindu sanak saudara di saat-saat seperti ini. Tetapi tahan rasa rindu, mari berikhtiar bersama di momen Lebaran Ketupat kali ini untuk memutus rantai penularan Covid-19,” imbau Ra Latif.

Simak artikel lain terkait DPRD Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, penularan Covid-19

FOLLOW JUGA:

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved