Breaking News:

Berita Nganjuk

Syarat Naik Kereta Api saat Libur Idul Adha 2021, PT KAI hanya Layani Penumpang dengan Katagori ini

PT KAI membatasi pelaku perjalanan kereta api untuk katagori berikut saat libur Idul Adha.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Petugas KAI melakukan pendataan persyaratan dari calon penumpang Kereta Api 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Perjalanan kereta api jarak jauh hanya diperbolehkan bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor esensial dan kritikal serta untuk kepentingan mendesak saat libur Idul Adha.

Hal itu mengacu SE Kemenhub Nomor 54 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE nomor 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, bidang yang menjadi sektor esensial yakni, keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan Industri orientasi ekspor.

Selain itu, ada sektor kritikal yakni, sektor kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

"Adapun bagi penumpang KA dari Sektor Kritikal dan Esensial yang dimaksud harus menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja, atau Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat, atau Surat Tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik," kata Ixfan Hendriwintoko dalam rilisnya, Senin (19/7/2021).

Sedangkan yang dimaksud dengan Kepentingan Mendesak, dijelaskan Ixfan Hendriwintoko, yakni pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang.

Pelanggan dengan kepentingan mendesak, ungkap Ixfan Hendriwintoko, dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari rumah sakit, atau surat pengantar dari perangkat daerah setempat, atau Surat Keterangan Kematian, atau Surat Keterangan Lainnya.

Setiap pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Khusus pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa wajib menunjukkan Kartu Vaksinasi.

"Syarat Kartu Vaksinasi dikecualikan bagi pelanggan yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis dan pelanggan dengan Kepentingan Mendesak," ujar Ixfan.

Ditambahkan Ixfan Hendriwintoko, pada masa libur Idul Adha, perjalanan KA Jarak Jauh mulai tanggal 20 hingga 25 Juli 2021 hanya diperbolehkan untuk pelanggan dengan usia di atas 18 tahun.

Setiap pelanggan harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, serta memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

Ditegaskan Ixfan, setiap petugas di stasiun keberangkatan akan melakukan pemeriksaan seluruh persyaratan pelanggan sebelum diizinkan melakukan perjalanannya.

Jika ada yang tidak lengkap, maka yang bersangkutan tidak akan diizinkan untuk berangkat dan uang tiket akan dikembalikan 100 persen.

"Pada masa PPKM Darurat saat ini, PT KAI Daop 7 Madiun masih mengoperasikan beberapa KA Jarak Jauh. Adapun KA-KA Jarak Jauh tersebut antara lain KA Argowilis relasi Surabaya Gubeng – Bandung (PP), KA Gajayana relasi Malang – Gambir (PP)," kata dia,

"Kemudian, KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng – Pasar Senen (PP), KA Kahuripan relasi Blitar – Kiaracondong (PP), dan KA Sri Tanjung relasi Ketapang – Lempuyangan (PP)," tutur Ixfan Hendriwintoko. (aru/Achmad Amru Muiz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved