Breaking News:

Berita Bangkalan

Warga Bangkalan Mengeluh Lewat Media Sosial, Bupati Ra Latif Langsung Kirim Sembako ke Pelosok Desa

Bupati Bangkalan RK Abdul Latif Amin Imron merasakan betul kesulitan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron bersama salah seorang perwira tinggi Angkatan Laut dalam kesempatan Arsenal Dissenlekal Dukung Kegiaran Sebuan Vaksin di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Selasa (6/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunMadura.com Network, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kesulitan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat) dirasakan betul Bupati Bangkalan RK Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif).

Keluhan masyarakat melalui media sosial (medsos) pun langsung ditindaklanjuti Ra Latif dengan mengirimkan bantuan paket sembako dan nasi kotak.

Seperti halnya pendistribusian bantuan untuk sejumlah masyarakat di Desa Banyoning Dajah, Kecamatan Geger, Senin (19/7/2021), berawal dari pesan singkat melalui medsos dari seorang warga Bangkalan di tanah rantau.

“Bahwa banyak warga kurang mampu di desa (Desa Banyoning Dajah) nya yang betul-betul terdampak pandemi Covid-19. “Monggo, informasi apa saja disampaikan. Sebisa mungkin kami akan sigap memberikan bantuan dalam bentuk apapun, semampu Pemkab Bangkalan,” ungkap Ra Latif ketika dihubungi TribunMadura.com.

Tekad Ra Latif untuk menemui langsung masyarakat tidak mampu dan terdampak Covid-19 di Desa Banyoning Dajah pun kandas, terbentur dengan agenda rapat bersama Presiden Jokowi melalui video conference (vidcon) pada pukul 13.30 WIB. Ia pun mengutus Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta.

Beberapa jam sebelum gelar vidcon, Ra Latif didampingi Wakil Bupati, Drs Mohni menyalurkan 21 ekor sapi dan 13 ekor kambing kepada sejumlah masjid dan pondok pesantren.

Keduanya juga turut mendistribusikan sebanyak 164 paket sembako berisikan 5 Kg beras, 5 bungkus mi 5 instan, masker, vitamin, hydroxy, dan nasi kotak kepada para pengayuh becak di Pendapa Agung Bangkalan.

Ra Latif mengajak masyarakat Bangkalan ‘bergandengan tangan’ memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan, sekaligus memberikan perhatian lebih kepada masyarakat tidak mampu dan terdampak pandemi dan PPKM Darurat.

“Para abang becak ini menggantungkan penghasilan harian, itu pun tidak pasti. Apalagi di tengah situasi pandemi,” pungkas Ra Latif.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved