Breaking News:

Berita Tulungagung

Beredar Tabung Oksigen Palsu di Tulungagung, Pembudidaya Ikan Hias Temukan Ini di Dalam Kompresor

Kelompok pembudidaya ikan hias koi, Sol Koi di Dusun Leksono, Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol menemukan tabung oksigen palsu.

Penulis: David Yohanes | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/David Yohanes
Ketua Kelompol SOl Koi, Alipin mengisi kantong plastik dari tabung oksigen yang diduga palsu, Selasa (20/07/2021). 
Laporan Wartawan TribunMadura.com Network, David Yohanes
TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Kelompok pembudidaya ikan hias koi, Sol Koi di Dusun Leksono, Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol menemukan tabung oksigen abal-abal.

Gas di dalam tabung ini diduga diisi dengan kompresor udara, sehingga hanya berisi udara biasa bukan oksigen murni.

Ketua Kelompok Sol Koi, Alipin, mengatakan  tabung berwarna hitam berisi oksigen palsu itu didapat oleh temannya.

“Kami sekarang kebingungan mencari oksigen. Kebetulan ada  yang dapat, katanya dari Pacitan,” terang Alipin, Selasa (20/7/2021).

Satu tabung diminta oleh Sol Koi karena akan digunakan untuk mengirim ikan.

Dua lainnya dipinjam untuk dipakai seseorang yang sedang sakit.

Gas dari tabung berwarna hitam itu sempat dimasukkan kantong plastik yang di dalamnya diisi ikan koi.

Namun ternyata, berselang 15 menit kemudian ikan di dalam kantong plastik itu megap-megap hampir mati.

Padahal jika menggunakan oksigen asli, ikan di dalam kantong plastik bisa bertahan selama 24 jam.

Gas di dalam plastik itu lalu dibuang, dan diganti dengan gas lain dari tabung berwarna putih.

“Kami isi dengan gas dari tabung cadangan. Hasilnya ikannya jadi segar lagi, tapi ada yang sudah parah akhirnya mati,” tutur Alipin.

Untuk menguji keaslian oksigen di dalam tabung itu, Alipin dan kawan-kawan membuat percobaan sederhana.

Gas dari tabung oksigen berwarna putih dimasukkan ke dalam plastik kantong ikan.

Plastik berisi gas itu lalu disulut menggunakan bara api rokok.

Sebentar kemudian muncul api dan membakar kantong plastik itu, meski plastik dalam kondisi basah.

“Gas yang ada di tabung putih berarti asli. Karena saat disulut dengan rokok dia langsung menyala,” ungkapnya.

Sebagai pembanding, gas dari tabung berwarna hitam juga dimasukkan kantong plastik.

Namun saat kantong itu disulut dengan rokok yang menyala, tidak terjadi apa-apa.

Plastik itu hanya berlubang tanpa menimbulkan kebakaran.

“Berarti yang tabung hitam ini berisi udara biasa saja. Makanya dipakai untuk kantong ikan, ikannya cepat mati,” katanya.

Mengetahui oksigen yang didapat itu palsu, Alipin segera memberi tahu temannya.

Sebab dia khawatir dua tabung lainnya terlanjur diberikan kepada orang yang sakit.

Beruntung gas di dalam tabung itu belum diberikan.

“Coba kalau digunakan pada orang sakit, kan bisa mengakibatkan meninggal dunia,” keluh Alipin.

Pembudidaya Ikan Hias Tulungagung Sulit Dapat Oksigen

Para pembudidaya ikan hias tengah mengalami kesulitan mendapatkan oksigen.

Gas O2 ini digunakan untuk mengirim ikan hias ke berbagai kota.

Kesulitan terjadi sejak dua minggu lalu, saat terjadi ledakan kasus Covid-19.

Oksigen lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan medis.

Jika biasanya isi ulang tabung kecil hanya Rp 25.000, kini mencapai Rp 100.000.

Itu pun tidak semua bisa melakukan isi ulang, jika tidak mendapat surat pengantar.

“Yang dilayani isi ulang juga hanya untuk pasien. Kalau ada sisa baru untuk yang lain,” ucap Alipin.

Kini dengan beredarnya oksigen palsu, Alipin meminta masyarakat waspada.

Untuk mamastikan keasliannya bisa melakukan tes sederhana dengan kantong plastik.

Atau bisa juga dengan mencium langsung gas yang keluar dari dalam tabung.

“Kalau oksigen murni kan rasanya segar, terasa lebih dingin. Kalau yang palsu terasa seperti angin biasa saja,” ungkapnya.

Selain itu tabung gas oksigen murni terasa lebih dingin.

Sedangkan tabung yang berisi udara biasa terasa hangat saat diraba.

Simak artikel lain terkait Kasus Covid-19, Kabupaten Tulungagung, tabung oksigen

FOLLOW JUGA:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved