Breaking News:

Berita Ponorogo

Meski PPKM Darurat, Kasus Covid-19 di Ponorogo Masih Tinggi, Bupati Sugiri Ungkap Penyebab

Dalam tiga hari terakhir saja, yaitu tanggal 17-19 Juli 2021, penambahan kasus Covid-19 di Ponorogo mencapai 554 kasus.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko curhat ke Mensos Risma soal harga gabah yang anjlok 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Meski PPKM Darurat masih diberlakukan, namun kasus Covid-19 di Kabupaten Ponorogo masih tinggi.

Dalam tiga hari terakhir saja, yaitu tanggal 17-19 Juli 2021, penambahan kasus Covid-19 di Bumi Reog mencapai 554 kasus.

Dengan kata lain, rata-rata penambahan kasus dalam tiga hari terakhir sebanyak 183 kasus perharinya.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan pihaknya memang mengintruksikan untuk meningkatkan jumlah tracing kepada masyarakat yang kontak erat.

"Prisipnya kita tidak ingin menyajikan data semu. Sehingga tracing kita tingkatkan. Kalaupun menjadi (zona) merah tidak masalah," ucap Sugiri, Selasa (20/7/2021).

Menurut Sugiri dengan meningkatkan cakupan tracing justru akan mempermudah penanganan Covid-19.

"Semoga kedepan akan susut dan penanganannya akan terjaga," lanjutnya.

Baca juga: Terdampak PPKM Darurat, Warga Kabupaten Malang Belum Tersentuh Bantuan Sosial, Dinsos Ungkap Sebab

PPKM mikro darurat sendiri menurut Sugiri masih efektif di tingkat nasional.

"Untuk di tingkat kabupaten pasti segera bisa mengikutinya. Mudah-mudahan kalau (PPKM darurat) memang diperpanjang (kasus Covid-19) bisa turun," tambahnya.

Senada dengan Sugiri, Sekda Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo memang semakin meningkat cakupan tracing.

"Memang diinstruksikan dari pemerintah pusat untuk melakukan tracing. Setiap satu orang positif yang dicari (ditracing) satu sampai 15 orang," jelasnya.

Dengan meningkatnya tracing otomatis akan semakin memperbanyak orang yang ketahuan positif Covid-19 terutama pasien tanpa gejala.

Konsekwensinya, pasien tersebut harus melakukan isolasi mandiri dan tidak akan keluyuran sehingga tidak akan menulari masyarakat lain.

"Ini yang kita harapkan tapi yang utama adalah tetap meminta masyarakat hati-hati karena Covid-19 ini ada dan ganas," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved