Breaking News:

Berita Malang

Jumlah Hasil Denda Pelanggar Operasi Yustisi Prokes di Kota Malang Capai Puluhan Juta, Simak Datanya

Jumlah denda pelanggar protokol kesehatan di Kota Malang mencapai puluhan juta rupiah.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Pelanggar protokol kesehatan saat diberhentikan oleh petugas gabungan 

Laporan Wartawan Tribun Madura Network, Kukuh Kurniawan

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Jumlah denda pelanggar operasi yustisi protokol kesehatan di Kota Malang mencapai puluhan juta rupiah.

Jumlah denda pelanggar protokol kesehatan di Kota Malang tersebut merupakan akumulasi dari Januari hingga Juli 2021.

Data Kejari Kota Malang menyebutkan, hasil itu merupakan gabungan dari pelanggar operasi yustisi, pelanggar protokol kesehatan, dan pelanggar aturan PPKM Darurat.

Kepala Kejari Kota Malang, Andi Darmawangsa mengatakan, paling banyak adalah pelanggar operasi yustisi sebanyak 60 orang dengan total jumlah denda sebanyak Rp 25 juta.

"Untuk pelanggar prokes, dikenai tipiring sebanyak 150 orang dengan total jumlah denda Rp 3,5 juta," kata dia kepada TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ) dalam kegiatan rilis capaian kinerja Kejari Kota Malang pada Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Banyak Warga Kota Malang yang Tak Melapor saat Menjalani Isolasi Mandiri, Dinkes Ungkap Dampaknya

"Sedangkan untuk pelanggaran PPKM Darurat, ada 28 orang dengan total jumlah denda Rp 2,5 juta," ujarnya.

Ia mengatakan, denda dari para pelanggar tersebut dimasukkan ke dalam kas negara dan kas Pemda Kota Malang.

"Total denda pelanggar yang mencapai puluhan juta rupiah itu, ada yang dimasukkan ke kas negara dan kas Pemda Kota Malang. Dan kasus pelanggaran itu, masuk ke ranah Pidana Umum (Pidum) Kejari Kota Malang," jelasnya.

Menurut dia, selama periode bulan Januari hingga Juli 2021, Pidum Kejari Kota Malang telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sebanyak 346 perkara

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved