Breaking News:

Aksi Protes Pedagang di Surabaya

Ekonomi Hancur, Pedagang di Surabaya Tuntut Perpanjangan PPKM Dibatalkan, Kibarkan Bendera Putih

Pengibaran bendera putih dilakukan pedagang Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya sebagai bentuk aksi protes.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Koordinator Lapangan Pedagang di Jalan Sasak Surabaya, Gahtan Achmad saat menunjukan bendera putih yang terpasang di salah satu toko milik pedagang setempat, Jumat (23/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Madura Network, Fikri Firmansyah

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sejumlah bendera putih tampak menghiasi Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, tepatnya di Jalan Sasak, Surabaya, Jumat (23/7/2021).

Bendera bendera putih itu dipasang di pinggir jalan oleh sejumlah pedagang di sana.

Pengibaran bendera putih dilakukan pedagang sebagai bentuk aksi protes.

Ratusan pedagang yang ada di kawasan tersebut bersama-sama menyatakan menyerah kepada aturan PPKM Darurat maupun sejenisnya.

Selama PPKM Darurat, keuangan para pedagang di Jalan Sasak telah terjun bebas porak poranda.

Baca juga: BREAKING NEWS - Sejumlah Pedagang di Surabaya Pasang Bendera Putih, Protes Dampak Ekonomi Hancur

Koordinator Lapangan Pedagang di Jalan Sasak, Gahtan Achmad menjelaskan, bendera putih ini berkibar karena pihaknya telah menyerah lantaran sudah lelah dan capek dengan adanya aturan PPKM dan sejenisnya.

Ia mengungkapkan, keuangan para pedagang di sana telah hancur.

"Lima hari sejak berlakunya aturan PPKM Darurat saja omset telah menurun drastis. Rata-rata penurunannya berkisar 70 hingga 98 persen," kata Gahtan kepada TribunMadura, Jumat (23/7/2021).

Pemasangan bendera putih di Jalan Sasak, Surabaya, sebagai bentuk protes para pedagang, Jumat (23/7/21).
Pemasangan bendera putih di Jalan Sasak, Surabaya, sebagai bentuk protes para pedagang, Jumat (23/7/21). (TRIBUNMADURA.COM/FIKRI FIRMANSYAH)

Selain itu, toko di sini sekarang juga sudah banyak yang tutup semua," jelas pria yang juga sebagai pedagang di Jalan Sasak ini.

Gahtan berharap agar PPKM yang berlevel-level tak perlu ada.

"Selama PPKM Darurat saja kita sudah terpuruk. Kalau ini dilanjut seperti istilah PPKM berlevel, tentunya kita bakal hancur sehancur-hancurnya," jelasnya.

Baca juga: Permintaan Peti Mati Meningkat Tajam, Pemilik Usaha Peti ini Malah Merasa Sedih: Bukan Sekadar Laris

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved