Breaking News:

Berita Malang

Polemik Hotel untuk Lokasi Isoman, Anggota DPRD Kota Malang Sarankan Gedung Pemkot Jadi Safe House

Saran tersebut diberikan, setelah ada penolakan warga yang terjadi atas rencana Pemkot Malang untuk menambah safe house di hotel

Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Rifky Edgar
Anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi sarankan safe house isoman ditempatkan di gedung Pemkot 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyarankan Pemerintah Kota Malang agar menambah safe house baru yang ditempatkan di gedung milik Pemkot Malang.

Saran tersebut diberikan, setelah ada penolakan warga yang terjadi atas rencana Pemkot Malang untuk menambah safe house di hotel yang berlokasi di wilayah RW 04 Kelurahan Bareng Kota Malang.

"Kenapa safe house ini di Klojen, khususnya Bareng. Seharusnya di tiap kecamatan ada safe hosue. Mending pakai gedung pemerintah yang bisa dimanfaatkan. Daripada memilih tempat yang berada di tengah perkampungan," ucapnya.

Fraksi PKB itu menilai, Pemkot Malang lebih baik memakai gedung pemerintah yang bisa dimanfaatkan.

Seperti SMPN 6 Kota Malang maupun gedung Kartini yang lokasinya juga di kecamatan Klojen Kota Malang.

"Saran saya pakai gedung pemerintah yang tidak harus berkomunikasi dengan Masyarakat. Karena masyarakat ini juga butuh safe house, tapi ya jangan mencari seenaknya sendirilah," ucapnya.

Baca juga: Polemik Penempatan Safe House di Hotel Kota Malang, Camat: Untuk Recovery Pasien Setelah Isoman

Alasan Arief menyarankan sekolah untuk dijadikan safe house, lantaran sekolah saat ini sedang diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan.

Di juga menyayangkan, pemilihan salah satu hotel di RW 04 Kelurahan Bareng yang lokasinya berdempetan dengan rumah warga.

"Ya wajarlah ada penolakan. Saya mengikuti suara masyarakat karena saya ini wakil rakyat. Ini kan lokasinya sama-sama di Bareng. Cuma kalau yang di jalan Kawi itu diterima oleh warga karena memiliki tembok yang tinggi. Lah ini maunya di hotel yang tidak ada jarak dan di tengah perkampungan," ucapnya.

Arief pun berharap, Pemkot Malang bisa mendengarkan suara dan aspirasi masyarakat.

Yakni dengan cara elegan tanpa harus bersinggungan dengan masyarakat.

"Saya berharap Pemkot dapat mendengarkan suara masyarakat. Artinya setiap kegiatan di Kota Malang membutuhkan dukungan masyarakat. Kalau masyarakat gak mendukung, ada boikot dari masyarakat itu yang tidak kami inginkan. Mending carilah tempat lain," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved