Breaking News:

Berita Bangkalan

Peringatan Bangkalan Akan Memasuki Kekeringan, Bupati Kirimkan Bantuan Air Bersih ke 37 Desa

Ra Latif langsung mengirimkan sebanyak 25 ton liter bantuan air bersih melalui 5 armada tangki berkapasitas masing-masing 5 ribu liter.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron didampingi Kepala BPBD Rizal Morris mengecek kesiapan lima armada tangki pengangkut 25 ton liter air bersih sebelum diberangkatkan dari Pendapa Agung, Senin (26/7/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) mengambil langkah taktis ketika alarm kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) berbunyi melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sejumlah 6 kecamatan dengan 37 desa dilaporkan terdampak kekeringan.  

Ra Latif langsung mengirimkan sebanyak 25 ton liter bantuan air bersih melalui 5 armada tangki berkapasitas masing-masing 5 ribu liter.

Kelima armada tangki itu diberangkatkan dari Pendapa Agung Bangkalan, Senin (26/7/2021).  

“Pengiriman air bersih untuk kawasan terdampak kekeringan akan terus berlanjut dan telah terjadwal, ini kami awali dengan 25 ton liter,” ungkap Ra Latif didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Rizal Moris, dan Asisten Pemerintah Setdakab Bangkalan, Siswo Irianto.

Sejumlah 5 armada tangki itu akan diberangkatkan ke Kecamatan Galis, Klampis, dan Arosbaya. Kecamatan Galis dan Kecamatan Klampis masing-masing digerojok 10 liter air bersih, sedangkan satuarmada tangki lainnya diberangkatkan ke Kecamatan Arosbaya.

Berdasarkan peringatan dini BMKG, Kabupaten Bangkalan memasuki kondisi Kekeringan Meteorologis.

Di mana kondisi kering suatu daerah pada periode waktu tertentu yang disebabkan berkurangnya curah hujan atau karena musim kemarau yang panjang.

“Ini berdampak terhadap daerah-daerah di pedesaan kesulitan air bersih untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Data dari BPBD Bangkalan, sementara yang dilaporkan sebanyak 37 desa di tiga kecamatan itu,” pungkas Ra Latif.

Kendati saati ini Pemkab Bangkalan masih berjibaku dengan penanganan bencana non alam yakni pandemi Covid-19, namun pada kondisi kekeringan ini Ra Latif tetap memerintahkan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait secara inten melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BPBD.

“Kita harus merespon dengan baik dan bergerak cepat dalam mengatasi segala permasalahan untuk mengatasi bencana kekeringan ini. Tentunya dengan segera melakukan droping air bersih. Sehigga dampaknya tidak semakin meluas ke daerah lain,” pungkas Ra Latif.  

Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris menambahkan, pihaknya telah memetakan sebanyak 13 kecamatan dengan 85 desa potensi terdampak kekeringan pada tahun ini. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved