Berita Surabaya

Buntut Vandalisme Baliho Puan Maharani, Pengamat Politik Sebut Aksi yang Tak Biasa, Simak Faktornya

Aksi vandalisme yang menyasar pada baliho Puan Maharani di sejumlah daerah di Jawa Timur disebut sebagai aksi tak biasa.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Baliho bergambar Puan Maharani mulai muncul di berbagai titik di Jawa Timur. 

Laporan Wartawan Tribun Madura Network, Yusron Naufal Putra

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Aksi vandalisme yang menyasar pada baliho Puan Maharani di sejumlah daerah di Jawa Timur disebut sebagai aksi tak biasa.

Sebab, melihat kontestasi pemilu masih belum pada suhu politik yang memanas.

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam mengatakan, biasanya hal-hal semacam itu biasa terjadi saat menjelang kontestasi.

Namun, ini terjadi justru disaat situasi yang relatif landai lantaran masih jauh dari Pemilu. 

"Menurut saya vandalisme baliho sosialisasi tokoh yang masih jauh dari pemilu sebagaimana terjadi sekarang ini relatif jarang terjadi," kata Surokim saat dihubungi dari Surabaya, Selasa (27/7/2021). 

Sekalipun demikian, Surokim yang merupakan peneliti senior SSC itu mengungkapkan, hal ini cukup ditanggapi secara proporsional. 

Baca juga: Pelaku Aksi Vandalisme Baliho Ketua DPR RI Puan Maharani Diamankan Polisi, ini Pengakuan Pelaku

Apalagi, ini bisa juga menjadi momentum untuk Puan Maharani atau PDI Perjuangan untuk melakukan edukasi politik dan memberi reaksi yang edukatif kepada masyarakat. 

"Toh hal seperti ini juga bukan badai politik, hanya semacam angin ribut sesaat saja," ucap Surokim menambahkan.

Jika reaksi yang dilakukan tepat, maka efek kepada masyarakat juga bakal mengena.

Sehingga, reaksi atas tindakan vandalisme pada baliho Puan bakal menentukan banyak hal.

Termasuk simpati publik kepada Ketua DPR RI tersebut. 

"Mbak Puan waktunya tampil memberi edukasi politik yang elegan. Dengan cara begitu publik akan bisa melihat reaksi Mbak Puan sebagai politisi negarawan. Dan itu akan memiliki efek positif untuk elektoral beliau," lanjut Surokim. 

Menurut Surokim, kalaupun jalur hukum yang ditempuh maka hal itu semangatnya bukan hendak menghukum melainkan agar ada kesadaran dan efek jera.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved