Breaking News:

Berita Bangkalan

Bupati Ra Latif Berangkatkan 748 Ton Beras untuk Keluarga Penerima Manfaat Bangkalan Terdampak PPKM

Penyaluran Perdana Bantuan Beras PPKM 2021 itu akan disalurkan kepada 74.837 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron didampingi Kepala Pimpinan Bulog Madura, Suseno memberangkatkan ratusan ton beras dari Pendapa Agung kepada 74.837 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) se Kabupaten Bangkalan, Rabu (28/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Tidak terhitung jumlah paket bantuan sembako dan beras telah disalurkan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) selama masa pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kali ini, Ra Latif memberangkatkan sejumlah 748 ton bantuan beras dari Pendapa Agung, Rabu (28/7/2021).

Penyaluran Perdana Bantuan Beras PPKM 2021 itu akan disalurkan kepada 74.837 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) se Kabupaten Bangkalan.

“Kali ini bantuan beras kami khususkan untuk KPM PKH dan BST sebagai upaya mengurangi beban pengeluaran sekaligus pemenuhan sebagian kebutuhan pangan beras selama PPKM di masa pandemi Covid-19,” ungkap Ra Latif.  

Ia menjelaskan, pendistribusian ratusan ton beras itu akan dilakukan selama satu bulan ke depan oleh pihak ketiga atau transporter yang telah bekerjasama dengan Bulog Madura, yakni PT DNR.

“Alokasi bantuan beras 10 Kg setiap KPM, beras kualitas medium. Semoga bantuan beras ini mampu sedikit mengurangi beban masyarakat terdampak Covid-19. Kami juga mengharapkan masyarakat Bangkalan tetap disiplin protokol kesehatan,” pungkas Ra Latif.

Kepala Pimpinan Bulog Madura, Suseno mengungkapkan, pihaknya tetap akan melakukan pemantauan terhadap PT DNR dengan harapan bantuan beras terdistribusi ke penerima manfaat berdasarkan data yang ada.  

“Setelah diserah terimakan dari pintu gudang, itu sudah menjadi tanggung jawab pihak DNR. Namun kami tetap monitor, kira-kira sampai apa tidak ke lokasi sasaran,” ungkap Suseno.

Ia menambahkan, penyaluran ratusan ton beras untuk 74.837 PKM PKH dan BST tidak mengganggu ketersediaan srok beras di Bulog Madura.

Karena hingga saat ini, ketersedian stok gabah masih berada di angka 2.700 ton dan cukup untuk persediaan dua bulan mendatang.

“Tidak ada pengadaan, kami beli gabah dari petani Madura. Silahkan masukkan ke kami jika barang bagus sesuai standar yang telah ditentukan. Ini gabah yang kami giling sendiri, belinya di tahun 2021,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved