Breaking News:

Berita Tuban

Dibongkar Risma, Kejanggalan Penyaluran PBNT di Tuban Temukan Fakta Lain, Ada Ketidaksesuaian

Kejanggalan penyaluran bantuan di Kabupaten Tuban terungkap langsung oleh Menteri sosial, Tri Rismaharini.

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO
Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Tri Astuti, seusai sidak di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Rabu (28/7/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - DPRD Tuban melakukan sidak penyaluran bantuan pangan non tunai ( BPNT ).

Dalam sidak bantuan dari Kementerian Sosial tersebut, PARA wakil rakyat menemukan kejanggalan dalam penyaluran BPNT.

"Ada temuan terkait ketidaksesuaian penyaluran BPNT," kata Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Tri Astuti, seusai sidak di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Rabu (28/7/2021).

Lanjut Astuti, kejanggalan yang ditemukan yaitu adanya tiga kali transaksi oleh keluarga penerima manfaat (KPM).

Namun, kata dia, yang diterima hanya dua bulan. Sedangkan untuk yang satu bulan belum dicairkan.

Baca juga: Risma Marah Temukan Kejanggalan Penyaluran BPNT di Tuban yang Dibagikan 2 Bulan: Saya Bongkar Ini

Padahal, menurut aturan Kemensos, bantuan itu harus dicairkan sekaligus.

Menurut keterangan dari pihak agen penyaluran BPNT, belum diberikannya sisa satu bulan karena tidak adanya stok.

Selain itu, ia beralasan, hal tersebut juga untuk menjaga kualitas bahan sembako agar tidak rusak.

"Ada tiga KPM yang data kartu keluarga sejahtera (KKS) nya sudah digesek tiga kali, namun yang keluar hanya dua kali," ungkap dia.

"Kita minta agen untuk segera mencairkan sisa satu bulan," pungkasnya.

Bantuan sosial di Kabupaten Tuban menjadi sorotan setelah Menteri sosial, Tri Rismaharini.

Risma menemukan kejanggalan saat sidak di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban, Sabtu (24/7/2021).

Bantuan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang seharusnya cair langsung tiga bulan sejak Juli-September, namun hanya cair Juli-Agustus. Satu bulan pada September jadi pertanyaan besar bagi Risma, ke mana uangnya.

Tak hanya itu, harga beras KPM juga dinilainya sangat mahal yaitu Rp 11 ribu per kilogram untuk jenis premium. Harusnya, untuk KPM beras medium seharga Rp 9 ribu per kilogram sudah cukup.

"Oke kalau hanya satu KPM Rp 200 ribu, bagaimana jika dikalikan jumlah KPM di Tuban sekitar 80 ribu. Berapa itu bunganya, ini tidak benar ini kasihan warga. Beras medium saja sudah cukup, harganya di sini kalau tidak salah Rp 9 ribu per kilogram," tanya Risma dibenarkan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky yang ikut mendampingi.(nok)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved