Breaking News:

Berita Bangkalan

Polres Bangkalan Ringkus Kakek Pemakai Sabu dan Mengedarkannya, Polisi Terus Memburu Sang Pemasok

Seorang kakek berusia 52 tahun memakai sabu 5,54 gram sekaligus menjualnya. Polisi Bangkalan menyita alat isap sabu atau bong.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Penyesalan MS (52), kakek asal Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah atas penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis sabu disampaikan di hadapan Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino dalam Pers Rilis Ungkap Kasus Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba di Mapolres Bangkalan, Kamis (29/7/2021) 

TRIBUNMADURA.COM - Beragam motif dilontarkan para pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis sabu ketika berhadapan dengan penyidik Satreskoba Polres Bangkalan.

Seperti halnya MS (52), kakek asal Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah harus menahan rindu terhadap cucunya setelah dijebloskan ke balik jeruji mapolres.

MS terbukti dan tidak bisa mengelak atas kepemilikan barang bukti berupa narkoba jenis sabu dengan berat total 5,54 gram.

Selain untuk keperluan nyabu, MS juga mengaku turut menjual. Polisi juga menyita alat isap sabu atau bong.

“Sudah punya cucu, namun MS malah terjerembab ke dunia hitam peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu karena alasan ekonomi,” ungkap Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino dalam Pers Rilis Ungkap Kasus Narkoba di mapolres, Kamis (29/7/2021).

MS ditangkap Satreskoba Polres Bangkalan dalam giat operasi rutin, Jumat (16/7/2021), setelah menindaklanjuti informasi masyarakat terkait maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di sekitar tempat tinggal tersangka.

“Kami menangkapnya ketika sedang nyabu seorang diri, kami juga menemukan paket sabu lainnya dalam kamar. Selain untuk keperluan dikonsumsi, pelaku juga mengecer dalam paketan kecil,” jelas Alith didampingi Kasatreskoba Polres Bangkalan, Iptu Iwan Kusdiyanto.

DI hadapan Alith, MS mengaku sabu itu dipasok dari seorang pria berinisial H.

Satreskoba Bangkalan hingga saat ini terus memburu pemasok sabu yang baru dua bulan dikenal MS.

“Awalnya MS coba-coba, ketagihan dan malah ikut ngecer karena tidak punya pekerjaan. Pengakuannya untuk nafkah. Kami akan terus memburu H untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkas Alith.

Kerinduan MS untuk menimang cucunya harus tertunda. Ia terancam hukuman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 114 Ayat (1) dan 112 Ayat (1) Undang-undang RI Tahun 2009 dengan dengan Rp 1 miliar.

Simak artikel lain terkait Kabupaten Bangkalan

Simak artikel lain terkait penyalahgunaan narkoba

Simak artikel lain terkait Madura

FOLLOW JUGA:

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved