Breaking News:

Wabah Virus Corona

Studi Baru: Menemukan Varian Lambda Covid-19 Lebih Mematikan dan Kebal Terhadap Vaksin Sinovac

Varian Lambda mencatat beberapa mutasi pada protein lonjakannya, bagian dari virus melakukan kontak dengan sel manusia, mengikatnya, menginfeksinya.

Editor: Elma Gloria Stevani
Shutterstock/Arif biswas
Ilustrasi varian Lambda. Data terbaru mengungkap varian baru itu mungkin lebih menular daripada varian Delta, Alpha, dan Gamma yang pertama kali terdeteksi di India, Inggris, dan Brasil. 

TRIBUNMADURA.COM - Sebuah studi terbaru menyebutkan para peneliti menemukan adanya varian baru Covid-19 Lambda yang bermutasi secara tidak biasa.

Para ilmuwan memperingatkan varian ini lebih mematikan dan kebal terhadap vaksin.

Penelitian itu disampaikan sekaligus peringatan dari para ilmuwan agar selalu mewaspadai penyebaran virus Covid-19 yang terus bermutasi.

Tak hanya itu, para ilmuwan juga memperingatkan untuk selalu mewaspadai tentang varian baru mengandung "mutasi yang ada dalam protein lonjakan".

Varian mutan dari patogen Covid-19 menyebabkan kekhawatiran para ilmuwan karena telah ditemukan mengandung "mutasi yang tidak biasa" yang dapat membuatnya kebal terhadap vaksin.

Penelitian ini juga telah menemukan bahwa varian Lambda lebih menular daripada jenis virus Covid-19 asli.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan empat mutasi tersebut sebagai varian yang mengkhawatirkan atau variant of concern (VOC), yaitu Alfa, Beta, Gamma, dan Delta.

Kemudian ada empat varian lainnya, yaitu Eta, Iota, Kappa, dan Lambda, yang telah ditetapkan sebagai varian yang diminati atau variants of interest (VOI).

Dilansir Al Jazeera, dalam beberapa minggu terakhir penyebaran cepat terjadi pada varian Lambda.

Varian Lambda yang pertama kali terdeteksi di Peru, telah menarik menarik perhatian berbagai ahli.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved