Kamis, 30 April 2026

Olimpiade Tokyo 2020

Profil Apriyani Rahayu, Atlet Bulutangkis Ganda Putri Indonesia yang Bertanding di Olimpiade 2020

Dikutip Wikipedia, Apriyani pernah meraih piala perunggu ganda putri Kejuaraan Dunia 2018 di Tiongkok serta Asian Games 2018 di Jakarta.

Tayang:
Editor: Aqwamit Torik
Alexander NEMENOV / AFP
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) berpose dengan Greysia Polii dari Indonesia setelah memenangkan pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putri melawan Sayaka Hirota dari Jepang dan Yuki Fukushima dari Jepang selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 27 Juli 2021. 

TRIBUNMADURA.COM - Simak profil Apriyani Rahayu, atlet bulutangkis Ganda Putri Indonesia yang kini bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.

Apriyani Rahayu kini disandingkan dengan Greysia Polii.

Pasangan Apriyani Rahayu dan Greysia Polii membawa kabar baik untuk Indonesia.

Diketahui, Apriyani Rahayu lahir di Konawe, 29 April 1998.

Ia adalah pebulutangkis Indonesia spesialis ganda putri dan ganda campuran ketika junior.

Dikutip Wikipedia, Apriyani pernah meraih piala perunggu ganda putri Kejuaraan Dunia 2018 di Tiongkok serta Asian Games 2018 di Jakarta.

Baca juga: Fakta Kemenangan Greysia/Apriyani atas Korea Selatan di Olimpiade 2020, Bakal Ukir Sejarah?

Dalam karirnya sebagai pebulutangkis, Apriani pernah berpasangan dengan beberapa pemain seperti Rosyita Eka Putri Sari, Fachriza Abimanyu, Rinov Rivaldy, Jauza Fadhila Sugiarto, Agripinna Prima Rahmanto Putra, Panji Akbar Sudrajat dan saat ini bersama Greysia Polli

Di Kejuaraan Dunia Junior 2015 Apriyani berpasangan dengan Fachriza Abimanyu di nomor ganda campuran.

Mereka meraih medali perunggu setelah dikalahkan pasangan Tiongkok He Jiting/Du Yue di semifinal dengan skor 21-13, 21-10.

Di Kejuaraan Asia Junior 2015, Apriyani meraih medali perunggu di nomor ganda campuran dengan pasangan yang sama yaitu Fachriza Abimanyu.

Mereka dikalahkan oleh pasangan Tiongkok lainnya Zheng Siwei/Chen Qingchen di semifinal dengan skor 21-14, 21-14.

Di akhir tahun 2016, pasangan Tiongkok Zheng Siwei/Chen Qingchen menjadi pemain ganda campuran nomor 1 di dunia.

Pada tahun 2016, dia kembali meraih medali perunggu dengan pasangan yang berbeda, Rinov Rivaldi.

Mereka kalah di semifinal oleh ganda campuran asal Korea Selatan Kim Won ho/Lee Yu-Rim dengan skor 21-17, 22-20.

Apri sapaannya, mengaku bahwa dirinya sudah menyukai olahraga bulutangkis sejak duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar.

Kegemarannya bermula dari menonton tayangan pertandingan bulutangkis di layar televisi.

Ia mulai memperlihatkan prestasinya pada kelas 5 ketika berhasil mencapai final kompetisi O2SN walaupun harus kalah pada akhirnya.

Saat itu ia bertekad untuk berlatih lebih giat dan memenangkan kompetisi yang sama pada kelas 6 SD. Ia pun berhak untuk datang ke Jakarta dan bertanding di sana.

Dikutip juga dari Majalah bulutangkis, berawal bermain dengan raket terbuat dari papan di halaman rumah, sang ayah yang tak tega pun akhirnya membelikan raket murahan untuk Apri saat ia masih duduk di bangku sekolah tersebut.

Untuk menyalurkan kesukaannya, Apripun mulai berlatih di sebuah gedung bulutangkis yang tak jauh dari kediamannya.

Ia mulai diajarkan cara bermain bulutangkis yang benar oleh pelatih Sapiuddin yang masih ada hubungan keluarga.

Beberapa tahun lalu sang pelatih sempat berguru di Sekolah Atlet Ragunan, Jakarta.

Setelah kembali ke kampung halaman, Sapiuddin pun menularkan ilmu yang dimilikinya kepada anak-anak di kampungnya termasuk Apriani.

Apriyani sendiri bergabung dengan pelatnas pada Januari 2017, tetapi sudah dipanggil untuk bergabung sejak 2014 dan 2015.

Namun karena ia masih membela Klub Pelita Bakrie, sehingga ia belum datang ke Cipayung, Jakarta Timur.

Barulah ketika pindah ke Klub Jaya Raya pada 2015 ia bergabung dengan pelatnas di Cipayung.

Apriyani sejak kecil sudah dikenal tomboy. Karena memiliki kakak laki-laki, mentalnya sudah terlatih sejak kecil untuk tidak gampang menyerah pada keadaan.

Walaupun orangtua Apriyani sempat di masa-masa sulit, tidak menyurutkan keinginan anaknya untuk mengikuti pertandingan-pertandingan.

Bahkan diketahui, sang ayah juga sempat meminjam uang untuk membeli keperluan tanding sang anak.

Itulah sekilas cerita dari Atlet bulutangkis Apriyani Rahayu. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Profil Apriyani Rahayu, Kilas Balik Masa Kecil Wanita Tomboy yang Menjadi Ganda Putri Indonesia

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved