Breaking News:

Berita Pamekasan

Fenomena Warga Madura Tak Percaya Corona, Nekat Gelar Hajatan Tanpa Prokes, Ini Kata Cak Firman

Sebagian masyarakat Madura masih tak percaya Covid-19, jadi penyebab warga tak mau patuh protokol kesehatan.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
panggung hiburan orkes dangdut dibubarkan, Senin (15/2/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Firman Syah Ali, Keponakan Mahfud MD mengungkap perihal fenomena warga Kabupaten Pamekasan, Madura, yang tidak patuh protokol kesehatan.

Ia menceritakan, akhir-akhir ini, banyak sekali orang meninggal dunia di Madura, terutama Kabupaten Pamekasan.

Di antara warga Madura yang meninggal dunia itu, ada saudara, tetangga, teman sekolah, dan mantan Firman Syah Ali.

"Berita-berita kematian itu sebagian saya dengar sendiri secara langsung melalui pengeras suara masjid, sebagian melalui cerita tamu selama saya menjalani isolasi mandiri, namun sebagian besar saya baca di media sosial," cerita Firman Syah Ali kepada TribunMadura.com, Senin (2/8/2021).

Kata pria yang akrab disapa Firman ini, selama menjalani isolasi mandiri, ia sama sekali tidak keluar rumah.

Baca juga: Sudah Ditolong Kapolres, Pria Renta di Bangkalan ini Kembali ke Jalanan, Dinas Sosial Sampai Geram

Ia berada di kompleks Tanean Lanjhang Bani Hasyim Dusun Seccang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Namun, saat selesai isolasi mandiri, dirinya memberanikan diri keluar rumah.

"Begitu keluar rumah, saya kaget melihat aktivitas warga normal seperti biasa, padahal berita duka terus bertalu-talu dari ujung ke ujung," ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan Firman, di Pasar Blumbungan Pamekasan tetap ramai bahkan macet.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved