Breaking News:

Berita Surabaya

Thohal Tak Menyangka Kenalannya di Facebook Bawa Kabur Motor, Ponsel dan Dompetnya, Simak Kronologi

Hal ini dialami oleh M Thohal (22) warga Jalan Jawar Kauman, Benowo, Surabaya yang kehilangan beberapa barang berharganya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Aqwamit Torik
Freepik.com
Ilustrasi pencurian - Seorang pria jadi korban perampokan temannya sendiri 

Laporan Wartawan TribunMadura.com Firman Rachmanudin

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Warga Surabaya tak menyangka jika teman yang baru ia kenal dari Facebook ternyata punya niat buruk.

Hal ini dialami oleh M Thohal (22) warga Jalan Jawar Kauman, Benowo, Surabaya yang kehilangan beberapa barang berharganya.

Temannya itu bernama Nurul Falah (28) warga Kaliwingu Selatan, Kendal, Jawa Tengah yang tega membawa kabur handpone, motor dan dompet miliknya.

Kejadian itu bermula saat keduanya memiliki hobi yang sama, yakni bermain game dan burung kicau.

Keduanya lalu bertemu dan berteman melakui Facebook.

Baca juga: Kasus Pelecehan KH Syafiuddin, Polres Sampang Periksa Dua Pemilik Akun Facebook dari Surabaya

Setelah itu, korban menawarkan pertemuan dengan tersangka di Surabaya.

Korban yang kos di Jalan Jawar Kauman itu mengajak tersangka untuk main  ke kosnya.

Tak lama korban pamit untuk mandi sebentar dan meminta tersangka menunggu.

"Saat korban mandi itu, tersangka lalu mengambil, handpone, dompet dan kunci motor serta motor korban sekaligus untuk dibawa kabur," ujar Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Agung Kurnia Putra, Senin (2/8/2021).

Sekembali dari mandi, korban lalu kaget mendapati tersangka sudah tidak ada di tempat.

Ia mengecek handpone yang juga raib, ditambah dompet dan motor juga ikut hilang dari tempat semula ia meletakkan.

"Korban akhirnya melapor dan kami lakukan penyelidikan," imbuhnya.

Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya menemukan jejak tersangka di Kendal,Jawa Tengah.

Disana, polisi yang sudah mengidentifikasi tersangka sempat mendapat perlawanan saat hendak menangkapnya.

"Tersangka sempat melawan dan menciba kabur. Akhirnya terpaksa kami beri tindakan tegas terukur," terang Agung.

Kepada polisi, Nurul mengaku jika sudah menjual motor korban dan handponenya.

Sementara dompet dan KTP korban masih disimpan olehnya.

"Masih kami selidiki dan dalami kemana motor tersebut dijual. Dari penangkapan itu kami temukan dompet korban dan surat-surat. Serta uang 230 ribu hasil jualan motor dan handpone,"tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved