Breaking News:

Berita Malang

Ruang IGD RS Rujukan Covid-19 di Kota Malang Penuh, Pemkot Mulai Siapkan Tempat Isolasi Terpadu

Sejumlah ruang IGD rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang penuh. Wali Kota siapkan ruang isolasi mandiri selain Safe House.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Persiapan Safe House Jalan Kawi Kota Malang saat menerima kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Malang, Minggu (2/5/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Sejumlah ruang IGD rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang penuh.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, ruangan IGD rumah sakit rujukan Covid-19 saat ini masih tinggi atau jika diprosentase hampir 100 persen.

Sedangkan untuk bed occupancy rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur mencapai 8,5 persen dan ruang isolasi mencapai 180.

"Maka dari itu, yang diisolasi kenapa masih tinggi, karena pasien belum bergeser ke IGD. Karena IGD masing tinggi," kata Sutiaji, Selasa (3/8/2021).

Ia mengungkapkan, pihaknya kini mulai mempersiapkan ruang isolasi mandiri (isoman) di sejumlah wilayah selain Safe House di Jalan Kawi, Kota Malang.

Sejumlah tempat pun kini mulai disasar oleh Pemerintah Kota Malang untuk pemilihan lokasi yang nantinya akan dijadikan isoter tersebut.

Seperti di VEDC yang kini sudah dipakai, kemudian uang dipersiapkan di Satuan Pendidikan Non Formal (SKB) di Blimbing dengan 26 kamar, rumah susun Kementerian Pendidikan di Langsep yang menyediakan 200 kamar kosong.

"Isoter ini skenarionya tidak di titik kota kecamatan masing-masing meski itu boleh. Tapi kini sudah mulai kami persiapkan," ucap Sutiaji.

Sutiaji mengakui, ada sejumlah kendala dalam mempersiapkan isoter tersebut. Di antaranya ialah sejumlah fasilitas seperti belum adanya air, kurangnya tenaga kesehatan (nakes), serta petugas pembantu.

"Nakes kami masih kurang. Terus gedung yang dipakai problem masalah fasilitas, seperti air PDAM. Terus yang nyuci pakaian pasien siapa dan lain-lain," ucapnya.

Nantinya, warga yang positif Covid-19 dengan gejala ringan diharuskan untuk dirawat di isoter. Sedangkan warga yang tak bergejala diperbolehkan oleh Sutiaji untuk isoman di rumah.

"Nanti kami memakai kearifan lokal yang kita pakai, tracing dan testing yang gejala kami boleh isoman mandiri. Kalau demam dan gejala ringan ke isoter. Nanti akan dipantau oleh Dinkes," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved