Breaking News:

Berita Surabaya

Jambret Kalung di Surabaya Beraksi Menggunakan Honda Vario Kini Dibekuk Polisi, Modusnya Terungkap

Polisi meringkus tersangka Budi Purnomo (36) warga Banyuurip Kidul 2B Surabaya iti saat melintas di pertigaan trafic light Raya Darmo Satelit Surabaya

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Firman Rachmanudin
Tersangka penjambretan di Surabaya saat dibekuk Polsek Sukomanunggal Surabaya 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Firman Rachmanudin

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Aksi penjambretan terjadi di Surabaya yang menyasar kalung emas.

Modus pelaku adalah berpura tanya alamat.

Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal Surabaya berhasil menangkap pelaku penjambretan kalung emas seberat 8 gram milik Latifah Hidayah (27) warga Simomulyo Baru, Jumat (30/7/2021) pagi lalu.

Polisi meringkus tersangka Budi Purnomo (36) warga Banyuurip Kidul 2B Surabaya iti saat melintas di pertigaan trafic light Raya Darmo Satelit  Surabaya, Rabu (4/8/2021) subuh.

Saat itu, polisi mencurigai Budi yang mengendarai motor Vario putih dengan nomor polisi yang disamarkan menggunakan lakban hitam.

Baca juga: Ibu di Surabaya Jadi Korban Penjambretan saat Sedang Lari Pagi, Simak Kronologi Lengkapnya

Budi juga mengenakan helm merah sesuai dengan ciri-ciri yang diperoleh polisi dari rekaman CCTV salah satu warga Simo Mulyo Baru.

"Kami hentikan saat di trafic light dan kami lakukan pemeriksaan,"kata Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal,Iptu Philips L Ropung, Kamis (5/8/2021).

Philips menyebut saat diinterogasi, tersangka sempat berkilah dan tak berkutik setelah polisi menunjukkan rekaman CCTV ia berada di sekitar lokasi saat kejadian.

"Akhirnya mengakui telah merampas kalung korban di Simo Mulyo Baru," tambah Philips.

Setelah dibawa ke mapolsek, Budi mengakui perbuatanya telah beraksi sebanyak dua kali.

Ia berpura-pura menanyakan alamat dan menjajakan koran kepada calon korbannya.

Begitu lengah, ia lalu merampas barang berharga korban seperti kalung emas.

Budi juga mengaku, jika kalung seberat 8 gram itu telah dijualnya kepada seseorang.

"Masih kami dalami. Pengakuannya sudah dijual. Sementara orang yang membeli kalung itu sudah meninggal. Kami masih menduga jika tersangka sengaja menyembunyikan fakta. Kalu dijual per grambya 100 ribu. Ini masih kami dalami," tandas Philips.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved