Breaking News:

Berita Malang

Warga Curiga, Dikira Satpam Sedang Tidur, Ternyata Meninggal Dunia, Bermula dari Lampu Taman

Satpam di komplek Perum Taman Agung, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ditemukan meninggal dunia, Kamis (5/8/2021).

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Aqwamit Torik
PMI Kota Malang
Tim medis PMI Kota Malang saat melakukan evakuasi jenazah korban untuk dibawa ke Kamar Jenazah RSSA, Kamis (5/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Satpam di komplek Perum Taman Agung, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ditemukan meninggal dunia, Kamis (5/8/2021).

Satpam itu ditemukan di pos satpam.

Warga yang menemukan mengira satpam itu sedang tidur.

Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

"Saat itu, sekitar pukul 05.00 WIB, salah seorang warga melihat lampu taman komplek belum dimatikan. Sehingga, warga tersebut membangunkan korban yang dalam kondisi setengah terduduk di pos satpam. Dikiranya, korban masih tertidur," ujarnya kepada TribunMadura.com.

Baca juga: Tulungagung Geger, Warga Mencari Cacing Malah Temukan Mayat Laki-laki Tak Dikenal di Sungai Ngrowo

Namun saat warga itu mencoba membangunkan, tidak ada respon sama sekali dari korban.

Saat dicek nadi korban, sudah tidak ada denyutan.

Akhirnya, warga langsung menghubungi Polsek Kedungkandang.

Tak berselang lama, anggota Polsek Kedungkandang dan tim medis PMI Kota Malang tiba di lokasi kejadian.

Dari informasi yang didapat TribunMadura.com, korban bernama Agus Suhartono (50), warga Perum Tambak Asri, RT 2 RW 2, Tajinan, Kabupaten Malang.

Warga sekitar tidak berani mengevakuasi korban, karena takut ada indikasi tertular Covid 19.

"Saat petugas PMI Kota Malang datang ke lokasi kejadian, langsung melakukan swab test terhadap jenazah korban. Alhamdulillah hasilnya negatif, dan langsung kami bawa ke Kamar Jenazah RSSA Malang," jelasnya.

Usai kejadian tersebut, petugas kepolisian langsung menghubungi keluarga korban.

"Keluarga mengaku, korban ini tidak memiliki keluhan penyakit apapun. Karena tidak ditemukan adanya bekas kekerasan pada tubuh korban, pihak keluarga menolak tindakan autopsi. Sehingga, korban langsung dibawa kembali oleh pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved