Breaking News:

Berita Gresik

Mesin e-Parkir Senilai Rp 5 Miliar di Gresik Mangkrak, Tukang Parkir Tarif Pengendara Tanpa Karcis

Padahal, di sepanjang jalan tersebut ada mesin elektronik parkir atau e-parkir yang menelan anggaran Rp 5 miliar dari APBD tahun 2018.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Willy Abraham
Tukang parkir di Jalan Samanhudi, Gresik karena mesin e-parkir tidak berfungsi, Minggu (8/8/2021). 

TRIBUNMADURA.COM - Akibat mesin e-parkir tak berfungsi, sejumlah tukang parkir menarik biaya kepada pengendara yang parkir tanpa menggunakan karcis, di sepanjang Jalan Samanhudi, Kecamatan Gresik.

Padahal, di sepanjang jalan tersebut ada mesin elektronik parkir atau e-parkir yang menelan anggaran Rp 5 miliar dari APBD tahun 2018.

Mesin e-parkir berwarna merah itu tidak berfungsi sama sekali.

Tidak ada karcis yang keluar dari mesin yang berdiri di tepi jalan itu.

DPRD Gresik menilai retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang sering kali bocor.  

Hariyanto, salah satu juru parkir dikawasan pasar Gresik menyebut sebenarnya, mesin e-parkir tersebut sempat berfungsi pada 2019 lalu.  

"Cuman sebentar saja, tidak sampai enam bulan, banyak pengguna yang mengeluh karena ribet. Mesinnya juga sering error," kata dia.

Akhirnya parkir cara manual manual pun diberlakukan bagi setiap pengguna.

Pria 38 tahun itu pun mampu mengantongi sedikitnya Rp 300 ribu setiap hari.

Uang tersebut akan disetorkan kepada Dinas Perhubungan melalui koordinator parkir.  

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved