Berita Bangkalan

Bangkalan Kini Lepas dari Zona Merah, Bupati Bangkalan Juga Pastikan Bantuan Beras Layak Konsumsi

Kini, tidak satupun dari 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan berstatus zona merah atau beresiko tinggi penyebaran Corona.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron menyempatkan sejenak berbincang dengan masyarakat penerima manfaat bantuan beras di Desa Jambu, Kecamatan Burneh, Senin (9/8/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan, Senin (9/8/2021) menunjukkan Kecamatan Kamal dan Galis telah kembali berstatus zona orange Covid-19.

Kini, tidak satupun dari 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan berstatus zona merah atau beresiko tinggi penyebaran Corona.

Kendati demikian, tidak menghentikan langkah Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) untuk terus mengantarkan langsung bantuan beras kepada masyarakat terdampak PPKM di tengah pandemi Covid-19.

Keputusan Ra Latif turun langsung memberikan bantuan beras tidak lain untuk memastikan bahwa beras bantuan dalam kondisi baik dan layak komsumsi.

“Silahkan laporkan ke Dinas Sosial jika Bapak dan Ibu menerima beras bantuan tidak layak konsumsi,” ungkap Ra Latif sambil memberikan bantuan beras ke warga di Desa Jambu, Kecamatan Burneh, Senin (9/8/2021).

Seperti diketahui, beras tidak layak komsumsi bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan dikeluhkan masyarakat, Rabu (4/8/2021). Pengecekan secara acak terhadap 3.000 paket kemasan 5 KG di gudang Dinsos Bangkalan mendapati beras berkutu dan berwarna coklat.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak pun langsung mendatangi gudang Dinsos Kabupaten Bangkalan untuk memastikan temuan beras tidak layak konsumsi. Saat itu juga, Emil memerintahkan 3.000 paket beras di gudang Dinsos Bangkalan diganti beras yang lebih bagus.  

Ra Latif menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat apabila menerima bantuan beras tidak layak untuk dikonsumsi.

“Beras bantuan dari Kemensos ini sudah bagus, bersih, tidak berkutu, dan layak untuk dikonsumsi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ra Latif membawa sedikitnya 250 paket bantuan beras dan sembako untuk masyarakat Desa Jambu terdampak PPKM yang tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Terpadu (DTKS).

Selain menyerahkan bantuan beras dan sembako, Ra Latif juga menyempatkan berbincang sejenak bersama setiap penerima manfaat. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan terutama penggunaan masker kendatipun Bangkalan sudah terbebas dari Zona Merah Covid-19.

Status Terkini Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan hingga Senin (9/8/2021) mencatat jumlah pasien positif terkonfirmasi yang menjalani perawatan di RSUD Syamrabu Bangkalan menyisakan 78 orang dari total 368 kasus aktif atau belum sembuh.

Sedangkan sejumlah 216 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah, 2 orang di gedung karantina Balai Diklat Bangkalan, dan sisanya sejumlah 72 orang menjalani perawatan di rumah sakit di Surabaya.

Total kasus baru atau tertular Covid-19 sejumlah 48 kasus dengan rincian 30 orang kontak langsung dan 18 orang lainnya dinyatakan bergejala. Adapun jumlah harian kasus sembuh baru tercatat 25 orang dan kasus meninggal baru sejumlah 3 orang.  

“Untuk memutus mata rantai penyebaran dan mengakhiri pandemi Covid-19, butuh kerjasama semua pihak termasuk masyarakat,” pungkas Ra Latif. (edo/ahmad faisol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved