Breaking News:

Wabah Virus Corona

Delirium Jadi Gejala Baru Covid-19 pada Lansia dan Mengganggu Sistem Saraf, Berikut Penjelasannya

Delirium disebut-sebut menjadi salah satu gejala baru Covid-19. Penyakit ini diklaim banyak ditemukan pada pasien Covid-19 di usia lanjut atau lansia.

Editor: Elma Gloria Stevani
SHUTTERSTOCK/BaLL LunLa
Ilustrasi vaksinasi pada lansia. 

TRIBUNMADURA.COM - Delirium disebut-sebut menjadi salah satu gejala baru Covid-19. Penyakit ini diklaim banyak ditemukan pada pasien Covid-19 di usia lanjut atau lansia.

Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah mada (RSA UGM), dr. Fajar Maskuri, Sp.S., M.Sc., mengatakan delirium merupakan gangguan sistim saraf pusat yang berupa gangguan kognitif dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan. Kondisi ini terjadi akibat disfungsi otak pada beberapa pasien Covid-19.

Fajar menyampaikan terdapat sejumlah gejala deilirium. Salah satunya adalah kebingungan pada pasien Covid-19. Lalu, disorientasi, bicara menggigau, sulit konsentrasi/kurang fokus, gelisah, serta halusinasi.

"Gejala-gejala itu munculnya fluktuatif dan biasanya berkembang cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari," ungkap Fajar dalam rilisnya Kamis 17 Desember 2020.

Adapun penyebab delirium pada pasien Covid-19 disebutkan Fajar karena multifaktor.

Salah satunya kurangnya oksigen dalam tubuh atau hipoksia. Berikutnya, adanya penyakit sistemik dan inflamasi sistemik, gangguan sistem pembekuan darah yang terlalu aktif (koagulopati), dan infeksi virus Covid-19 langsung ke saraf.

Lalu, mekanisme autoimun pasca infeksi dan endoteliitis turut berpengaruh terhadap munculnya delirium pada pasien namun dengan intensitas lebih jarang dibandingkan mekanisme yang lain.

Lalu seberapa sering delirium muncul pada pasien Covid-19? Fajar menjelaskan bahwa gangguan neurologis dapat terjadi pada sekitar 42.2% pasien Covid-19. Sementara manifestasi gangguan neurologis tersering pada pasien Covid-19 adalah nyeri otot (44.8%), nyeri kepala (37.7%), delirium (31.8%), dizziness (29,7%).

“Secara umum, delirium dialami pada 13-19% pasien Covid-19,” terangnya.

Fajar menjelaskan delirium ini rentan terjadi pada orang lanjut usia (lansia) atau diatas 65 tahun, terutama pada lansia yang lebih lemah. Terdapat beberapa kondisi lain yang menyerupai delirium Covid-19 pada lansia.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved