Breaking News:

Berita Surabaya

Pengamat Politik Nilai Baliho Masih Populer untuk Pilpres 2024, Pengaruhnya Cukup Signifikan

Penggunaan baliho dalam kaitan konteks kontestasi Pilpres 2024 diyakini masih akan menjadi pilihan. Simak penjelasan pengamat politik.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Elma Gloria Stevani
KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memastikan baliho Puan Maharani telah terpasang di 27 kabupaten kota di Jawa Barat. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com Network, Yusron Naufal Putra

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penggunaan baliho dalam kaitan konteks kontestasi Pilpres 2024 diyakini masih akan menjadi pilihan.

Kendati gempuran digital luar biasa, namun penggunaan baliho untuk menampilkan kandidat atau tokoh politik masih akan dianggap seksi oleh para politisi di tanah air.

Pengamat politik yang juga Direktur Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo mengatakan, dalam beberapa riset dan survei, pengaruh baliho memang masih cukup populer dalam sebuah kontestasi.

"Dalam konteks Indonesia, beberapa kali kita melakukan survei dan riset, baliho cukup signifikan pengaruhnya," kata Mochtar kepada TribunMadura.com

Mochtar berpandangan, hal itu cukup masuk akal mengingat untuk memasang baliho dibutuhkan biaya serta akses.

Artinya, mereka yang memasang, memiliki niat untuk mengenalkan diri kepada publik.

Pemasangan baliho yang strategis tentu akan memantik perhatian. "Sehingga, akan dipandang oleh publik," terangnya.

Mochtar mencoba membandingkan misalnya, dengan poster digital yang bertebaran di media sosial. Mengingat akses ke medsos cenderung mudah dijangkau banyak orang.

Hal itu juga tentu berpengaruh pada siapa saja yang bisa memasang poster. Sehingga, ada luberan gambar di media sosial.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved