Breaking News:

Berita Malang

Data Vaksin Covid-19 Milik Kota Malang dengan Provinsi dan Pusat Berbeda, Sutiaji Jelaskan Alasannya

Daerah di Malang Raya psaling mencocokkan data vaksin, baik kepada pemerintah pusat maupun kepada pemerintah provinsi.

Dok Pemkot Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Terjadi perbedaan data vaksin Covid-19 antara di daerah, pusat, dan provinsi.

Hal ini menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh tiga kepala daerah Malang Raya dan Forkopimda Jawa Timur, Rabu (11/8) kemarin.

Setiap daerah di Malang Raya pada saat itu saling mencocokkan data vaksin, baik kepada pemerintah pusat maupun kepada pemerintah provinsi.

Data ini nantinya dapat digunakan untuk melihat stok ketersediaan vaksin Covid-19 di suatu daerah.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, data vaksin Covid-19 di Kota Malang sampai saat ini belum clear dan sedang dilakukan pencocokan.

Baca juga: Aturan Masuk Mal di Surabaya Wajib Tunjukan Kartu Vaksin Diharap Juga Bisa Diterapkan di Taman Kota

Hal itu, kata Sutiaji, membuat data vaksin di provinsi tidak sama dengan Kota Malang.

"Data di provinsi tidak sama dengan kita. Vaksin yang kemarin, sampai sekarang datanya belum clear," ucapnya.

Sutiaji menambahkan, alasan tidak samanya data vaksin ini disebabkan oleh instansi lain yang belum melaporkan datanya ke pusat.

Sedangkan vaksin yang diterima oleh Dinas Kesehatan Kota Malang, langsung dilaporkan ke pusat ketika vaksin tersebut telah dipakai.

"Ada instansi lain, mungkin belum memasukkan data. Sehingga belum tereport ke pusat. Jadi yang masuk ke kota Malang, misalnya masuk sekian, itu yang belum ada laporan telah dipakai berapa dosis," ucapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved