Breaking News:

Berita Surabaya

Ternyata Ini Penyebab Ban Mobil Kempis Sendiri, Simak Cara Mudah Mencegah Ban Mobil Cepat Mengempis

Ada kalanya pemilik kendaraan menemukan ban mobilnya dalam kondisi kempis dengan sendirinya.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
ilustrasi - penyebab ban mobil kempis sendiri 

Laporan Wartawan Tribun Madura Network, Fikri Firmansyah

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ban menjadi satu di antara komponen penting pada kendaraan.

Karenanya, pemilik harus selalu memperhatikan kondisi ban kendaraan sebelum digunakan, termasuk tekanan udara.

Tekanan udara ban wajib dijaga sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil supaya tidak bermasalah.

Permasalahan umum yang timbul jika ban dalam kondisi kempis, yakni mobil terasa berat saat dikendalikan lantaran kondisi ban kekurangan angin.

Ada kalanya pemilik kendaraan menemukan ban mobilnya dalam kondisi kempis dengan sendirinya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Menyebabkan Ban Kendaraan Mudah Rusak, Simak Cara Mengantisipasi Kerusakan Ban

Lantas, bagaimana supaya pemilik mobil dapat mengontrol tekanan udara ban ketika kendaraan jarang digunakan?

Berikut sebab ban mobil kempis sendiri dan cara mudah mencegahnya:

Aftersales Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara menjelaskan, penyebab pertama ban mobil yang kempis sendiri adalah karena ban mobil memiliki pori-pori.

"Bahan dasar utama ban mobil adalah karet alami yang memiliki pori-pori sangat halus dan tidak kelihatan oleh mata.

Udara di area bertekanan tinggi akan selalu mengalir ke area yang tekanannya lebih rendah sehingga membuat udara di dalam ban dapat keluar lewat pori-pori ban yang sangat kecil tersebut.

Apalagi jika mobil berdiam di satu posisi dalam jangka waktu lama, seperti saat parkir di rumah di masa PPKM," ujar pria yang akrab disapa Tara itu, Kamis (12/8/21).

Baca juga: Penyebab Motor Matic Tidak Bisa Distarter Elektrik, Jangan Keburu Panik, Simak Cara Mengatasinya

Kedua, suhu lebih dingin. Kata dia, hukum fisika menyatakan bahwa di dalam ruang tertutup dan volume dijaga tetap, maka tekanan gas sebanding dengan suhu gas.

"Di dalam ban mobil, ketika suhu dingin, otomatis akan menyebabkan tekanan udara ban ikut turun dan kempis.

Bahkan, suhu dingin juga bisa membuat material karet mengalami pengerutan dimana terbentuk ruang kosong antara ban dengan pelek yang menyebabkan udara di dalam ban keluar dengan sendirinya," jelasnya.

Ketiga, pentil ban rusak. Tara menjelaskan, pentil ban memiliki fungsi sebagai penghubung antara alat pengisi udara dengan ban, namun masalahnya, jarum pentil bisa mengalami kerusakan yang membuat udara dapat melewatinya.

Selain itu, pentil yang menempel pada pelek mobil pun bisa bikin karet pentil yang bersinggungan dengan pelek bisa robek dan membuat ban bocor.

"Apalagi jika ternyata lubang pelek sebagai dudukan pentil juga bermasalah seperti membentuk sudut tajam atau rusak karena berkarat," imbuhnya.

Keempat, ban mobil bocor halus.

Ban yang mengalami kempis sendiri juga bisa kemungkinan karena ban mobil bocor halus sehingga udara keluar meskipun sangat lambat.

Seperti pada ban tubeless yang terlihat tidak bocor namun ternyata mengeluarkan angin karena ada benda asing menusuk telapak ban atau bisa juga karena lepasnya tambalan pada ban dalam mobil pada ban non-tubeless sehingga membuat udara bisa menyelinap keluar.

Kelima, pelek mobil rusak. Sepengalaman Tara, agar ban tidak robek dari rim pelek pada saat bekerja, bagian samping ban dikelilingi kawat baja yang disebut bead dan tertahan pada pelek saat diisi udara.

Namun jika pelek mobil yang rusak pada dudukan ban tersebut membuat ban tidak mampu menempel rapat dengan pelek sehingga udara keluar.

"Adapun penyebab pelek rusak antara lain karena mobil sering menghantam lubang di jalan dengan kecepatan tinggi. Sebab lainnya adalah pelek berkarat dan menimbulkan lubang, terutama pada pelek besi atau non alloy," ungkapnya.

Tara menambahkan,elihat pentingnya tugas ban dan risiko kempis sendiri, maka sebaiknya pemilik mobil disarankan untuk mengecek tekanan angin ban setidaknya seminggu sekali.

"Tidak ada salahnya jika pemilik mobil menyimpan alat pengukur tekanan udara ban sekaligus kompresor portabel untuk mengisinya dan memastikan tekanan udara ban sesuai rekomendasi pabrikan.

Di waktu bersamaan, sempatkan pula untuk mengecek kondisi fisik ban, pentil, dan pelek dari potensi kebocoran atau masalah lainnya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved