Breaking News:

Daun Sambiloto

Perkuat Imun Pasien Isoman Covid-19, Daun Sambiloto Teruji Klinis di Thailand, Ini Cara Mengolahnya

Ekstrak sambiloto kini telah digunakan sebagai terapi komplementer untuk pasien Covid-19 gejala ringan di 5 rumah sakit milik pemerintah di Thailand.

Shutterstock
Sambiloto termasuk herbal asli Indonesia yang telah lama diketahui memiliki khasiat sebagai imunomodulator (stimulasi imun sekaligus antiradang) dan antivirus. 

TRIBUNMADURA.COM - Secara tradisional, manfaat daun sambiloto sudah termahsyur. Pada tahun 1919, sambiloto kerap digunakan untuk mengatasi masalah flu dan demam.

Bahkan ada klaim bahwa manfaat sambiloto ampuh menghentikan penyebaran flu di India, meski belum ada pembuktian lebih lanjut.

Sejak itu, manfaat sambiloto dikenal sangat baik untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Kandungan utamanya adalah andrographolide yang membuatnya kerap dijadikan obat.

Tak hanya itu, daun sambiloto mengandung saponin, flavonoid, alkaloid, dan tanin.

Selain itu, sambiloto juga memiliki zat seperti adalah lakton, paniculin, kalmegin, dan hablur kuning.

Semuanya membuat sambiloto terasa pahit namun kaya khasiat.

Ekstrak sambiloto atau Andrographis paniculata kini telah digunakan sebagai terapi komplementer untuk pasien Covid-19 gejala ringan di lima rumah sakit milik pemerintah di Thailand.

Sambiloto termasuk herbal asli Indonesia yang telah lama diketahui memiliki khasiat sebagai imunomodulator (stimulasi imun sekaligus antiradang) dan antivirus.

“Pemerintah Thailand setuju penggunaan ekstrak sambiloto karena bermanfaat menurunkan tingkat keparahan wabah (Covid-19) dan memotong biaya pengobatan,” ujar Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia Inggrid Tania.

Menurut Inggrid, hasil-hasil penelitian praklinis dari sambiloto sejalan dengan uji klinis khasiat dan keamanannya yang telah dilakukan terhadap pasien Covid-19 gejala ringan tersebut.

Uji klinis yang merupakan penelitian awal di Thailand disebutnya memberi bukti kalau sambiloto aman dikonsumsi dan efektif memperbaiki kondisi pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 melalui uji PCR.

“Perbaikan terjadi dalam 3 hari intervensi tanpa efek samping jika sambiloto dikonsumsi pasien dalam 72 jam setelah timbul gejala,” ujar Inggrid.

Sedangkan uji di laboratorium menunjukkan senyawa aktif sambiloto terutama andrographolidae dapat berikatan dengan protein SARS-CoV-2.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved