Berita Malang

Wali Kota Sutiaji Ingin Terapkan Aturan Pengunjung Mal di Kota Malang Wajib Bawa Kartu Vaksin

Kota Malang sejauh ini belum memberlakukan aturan pengunjung mal atau pusat perbelanjaan wajib menunjukan kartu vaksin.

TRIBUNMADURA.COM/HAYU YUDHA PRABOWO
Malang Town Square 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Kota Malang sejauh ini belum memberlakukan aturan pengunjung mal atau pusat perbelanjaan wajib menunjukan kartu vaksin atau sertifikat vaksin.

Wali Kota Malang, Sutiaji berharap, para pengunjung mal nantinya wajib menunjukkan sertifikat vaksin.

Selain sertifikat vaksin, pengunjung juga diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan saat berada di mal.

"Keinginan saya harus menunjukkan sertifikat vaksin dan prokes misalkan mal ini sudah diperbolehkan untuk dibuka," ucapnya belum lama ini.

Sebelumnya, orang nomor satu di Kota Malang itu menyayangkan adanya instruksi penutupan dalam PPKM Level 4 ini.

Sutiaji berharap, nantinya mal dapat segera buka menyesuaikan dengan kearifan lokal yang ada di Kota Malang.

Saat ini, hanya sejumlah mal saja yang buka di Kota Malang. Itu pun yang buka hanyalah supermarket dan sejumlah tenan.

"Sebenarnya kami menyarankan kemarin itu mal tetap dibuka cuma dengan prokes. Terus ada penutupan ini. Tapi yang penting pelayanannya harus take away," ucapnya.

Sementara itu, Director Malang Town Square, Fifi Trisjanti menilai, aturan pengunjung mal wajib menunjukkan kartu vaksin sangat bagus dan bisa membantu pemerintah untuk mencapai herd immunity.

“Kita usahakan seperti itu (mewajibkan pengunjung menunjukan kartu vaksin). Kita mendukung pemerintah supaya masyarakat cepat-cepat vaksin,” ujarnya.

“Dengan demikian target percepatan herd immunity bisa tercapai sehingga orang percaya saat masuk ke tempat belanja itu,” ucap Fifi

Matos yang tergabung dalam Lippo Grup ini juga berencana menerapkan kebijakan tersebut di seluruh pusat perbelanjaan atau mal.

“Kami akan mengarah kesitu. Jadi semua Lippo akan seperti itu. Saya kira semua mal juga akan seperti itu. Intinya agar mal bisa dipercaya sebagai tempat aman,” terangnya.

Fifi menambahkan, bahwa seluruh karyawan Matos dan penjaga toko di Matos sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

“Kira-kira 80 persen yang sudah divaksin. Untuk karyawan sudah 100 persen, sementara tenan belum 100 persen karena ada yang takut dan ada yang sakit. Sekarang kita mengharuskan mereka nguber (kejar) vaksin,” tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved