Breaking News:

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris

Kronologi Penangkapan Terduga Teroris Versi Keluarga, Ditangkap Saat Jalan Pagi Gendong Bayi 1 Tahun

Pihak keluarga mengungkapkan kronologi detail ditangkapnya ED terduga teroris oleh Anggota Densus 88 Mabes Polri di Wonokromo Surabaya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Luhur Pambudi
M Askarullah, anak kedua terduga teroris berinisial ED saat ditemui di depan kediamannya, di kawasan Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Senin (16/8/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pihak keluarga mengungkapkan kronologi detail ditangkapnya ED terduga teroris oleh Anggota Densus 88 Mabes Polri, di kawasan Jalan Sidomukti IX, Jagir, Wonokromo, Surabaya, Senin (16/8/2021).

Anak kedua ED, M Askarullah mengungkapkan, dirinya sama sekali tidak menyaksikan langsung proses petugas mengamankan ayahandanya itu, sekitar pukul 05.00 WIB, tadi.

Pihaknya baru tahu jikalau ayahandanya itu diamankan petugas saat sedang membeli makanan atau jajanan ringan di sebuah gerai jajanan yang tak jauh dari rumah. Tepatnya di sisi barat gapura utama permukiman tempatnya tinggal.

Saat itu, ungkap Askar, sedang menggendong adik bungsunya yang masih berusia kisaran satu tahun.

ED diamankan langsung oleh petugas dengan dimasukkan ke dalam mobil. Sedangkan, balita yang ada dekapan gendongan ED, lantas diberikan secara spontan kepada salah seorang tetangganya yang berusia anak-anak untuk dibawa kembali ke rumah.

Dari situlah, ungkap Askar, ia bersama seluruh anggota keluarga, termasuk sang sang ibunda, baru mengetahui jikalau sang kepala keluarganya itu dicokok petugas.

"Jadi saat jalan-jalan pagi sama adik. Di depan itu diambil, setelah itu adik saya kecil 1 tahun, dititipkan anak kecil di sini tadi, pas sampai sini saya baru tahu, ditangkap polisi," katanya pada awak media di lokasi, Senin (16/8/2021).

Askar mengaku sempat menanyakan surat tugas; penangkapan yang tertuju langsung pada nama ayahandanya. 

Petugas hanya sepintas menunjukkan surat penugasan tersebut. Kemudian, menyimpannya kembali, tanpa memperbolehkan dirinya memegang apalagi menyimpan surat tersebut.

"Saya sempat tanya pada polisinya, terkait dugaan terorisme," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved