Breaking News:

Wabah Virus Corona

Lansia dan Sistem Imun Lemah Tetap Berisiko Positif Covid-19 Usai Divaksin, Berikut Penjelasan WHO

Bagaimana orang yang sudah divaksin itu mengidap Covid-19 dan siapa yang paling berisiko mengalami kejadian ini?

Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Orang yang sudah mendapat vaksin Covid-19 penuh atau sudah disuntik dua kali masih berpotensi terpapar virus corona. 

TRIBUNMADURA.COM - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut vaksin Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Selain itu, butuh waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan yang efektif bagi tubuh.

Dalam laman resminya juga disebutkan suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal, sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk.

"Untuk membentuk penguat tersebut, vaksin memerlukan waktu 14-28 hari sejak suntikan kedua untuk membentuk sistem penguat tersebut menjadi lebih optimum, supaya memberikan perlindungan yang maksimal," demikian seperti dikutip TribunMadura dari laman Satgas Covid-19.

"Saat seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, itu artinya saat divaksinasi seseorang tersebut sudah terpapar dan terinfeksi Covid-19 dan sedang dalam masa inkubasi," sambungnya.

Sementara dikutip dari laman resmi Kemenkes, vaksin Covid-19 Sinovac telah teruji keamanan, mutu, khasiat dan kehalalannya.

Vaksin ini dikembangkan menggunakan metode inactivated vaccine, yang telah terbukti aman, tidak menyebabkan infeksi serius serta hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi.

"Perlu dipahami bersama meskipun kita sudah divaksinasi Covid-19 masih ada risiko terpapar virus Covid-19, namun tentunya diharapkan vaksin ini akan dapat mengurangi kemungkinan sakit," ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi.

Direktur Departemen Imunisasi, Vaksin dan Biologi di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Katherine O'Brien menjelaskan, vaksin yang kita miliki untuk melawan Covid-19 adalah vaksin yang sangat efektif.

Dalam hasil uji klinis, sejumlah vaksin memiliki efikasi antara rentan 80-90 persen.

WHO mengungkap bahwa batas efikasi vaksin yang bisa diterima dan dinyatakan efektif untuk melawan penyakit adalah di atas 50 persen.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved