Berita Entertainment

Mengenal Badai Sitokin, Gejala Cytokine Strom Setelah Deddy Corbuzier Dinyatakan Negatif Covid-19

Deddy Corbuzier menyebutkan, dirinya hampir meninggal dunia karena diterpa Badai Sitokin yang berujung merusak 60 persen paru-parunya.

Instagram/Tangkapan Layar @mastercorbuzier
Master Deddy Corbuzier curhat terkena badai sitokin hingga dua minggu menderita sakit. 

"Kemudian CT thorax ke RSPAD lalu saya diminta stay di RS, tapi kadar oksigen saya masih 99%, kata dokter kalau mau stay di rumah gapapa," ucapnya.

"Pada saat saya pertama kena saya makan obat beberapa, jadi saya sudah mengikuti aturan yang dijalankan," tambah Deddy.

Setelah memutuskan untuk rawat jalan di rumah, Deddy mengaku badamnya kembali drop.

Akhirnya setelah dibawa ke rumah sakit lain, Deddy Corbuzier dinyatakan mengalami badai sintokin yang membuat dirinya sempat kritis.

"Kemudian saya pulang dua hari kemudian saya demam lagi, vertigo lagi. Saya langsung dibawa ke Medistera ketemu dokter dan dia bilang memburuk," beber Deddy.

"Ketika cek CT toraks 60 ketika di RSPAD masih 30 naik ke 60 dan keadaannya masuk dalam kondisi badai sitokin," jelasnya.

Deddy Corbuzier sempat percaya diri bahwa ia bisa terhindar dari Covid-19 karena merasa sudah menjaga kesehatan dengan baik.

Sempat Pede Bisa Terhindar dari Covid-19
Deddy Corbuzier baru saja sembuh usai sempat terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu.

Dalam ceritanya, Deddy mengaku tak menyangka bahwa dirinya bisa terpapar Covid-19, karena merasa sudah paham akan virus tersebut dan sudah melakukan protokol kesehatan dengan baik.

Ia membeberkan, sebelum dinyatakan positif Deddy sempat kontak langsubg secara rutin dengan keluarganya yang dinyatakan positif Covid-19 lebih dulu.

Deddy Corbuzier di peluncuran HOVR Machina di Senayan City, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).
Deddy Corbuzier di peluncuran HOVR Machina di Senayan City, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

"Saya sakit, saya kena Covid-19, saya urus keluarha yang saat itu hampir semua kena Covid-19, jadi saya urusin mereka semua taking care cari rimah sakit dan obat," ucap Deddy Corbuzier dalam podcastnya dikutip Tribunnews.com, Minggu (22/8/2021).

"Saya kontak dengan mereka terus-terusan, pada saat itu sangat pede karena saat itu pola hidup saya sudah sehat saya juga juga prokes, tapi ternyata virology saya terlalu tinggi," bebernya.

Merasa dirinya sehat dan aman, Deddy tak menyangka bahwa ia pun dinyatakan positif. Ia berpikir virus itu tak akan bertahan lama dan akan hilang dalam beberapa hari.

"Saya kemudian cek setiap hari antigen kemudian sampailah saya positif, saya nggak masalah yaudah kena Covid-19 yaa paling demam 2 hari, karena vitamin saya full, makanan saya sehat, raga saya kuat, saya rasa bisa survive," ucap Deddy.

Benar saja, beberapa hari setelah demam tinggi ia dinyatakan negatif dan bisa beraktifitas kembali membuat podcast.

"Ternyata benar di hari ketiga atau keempat saya SWAB Antigen dengan tiga macam antigen, saya negatif, tanpa gejala tanpa demam, oke well its done. Saya podcast lagi saat itu karena pikiran saya kalau saya sudah sembuh," terangnya.

Namun beberapa minggu kemudian ia kembali drop hingga tubuhnya mengalami badai sitokin yang hampir meregang nyawanya.

Deddy menuturkan dirinya tak tahu mengapa bisa sampai ke tahap badai sitokin meski sudah dinyatakan negatif Covid-19.

Hal itulah yang pada akhirnya membuat Deddy Corbuzier harus vakum sementara dari dunia YouTube karena harus menjalani perawatan intensif.

Simak artikel lain terkait penderita Covid-19

FOLLOW US:

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengenal Badai Sitokin yang Dialami Deddy Corbuzier Usai Dinyatakan Negatif Covid-19

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved