Berita Terpopuler

BERITA MADURA TERPOPULER - Pembacokan di Depan Kantor Polisi hingga Teror Monyet Liar di Pamekasan

Berita Madura terpopuler hari ini dibuka dengan kasus pembacokan di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Suasana saat jajaran Polsek Palengaan, Forkopimka Palengaan, BPBD dan Damkar Pemkab Pamekasan mencari monyet liar di Desa Kacok, Kabupaten Pamekasan, Madura, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sejumlah berita menarik dari wilayah Madura, di antaranya Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, terangkum dalam Berita Madura terpopuler edisi Selasa 24 Agustus 2021.

Berita Madura terpopuler hari ini dibuka dengan kasus pembacokan di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

Mirisnya, aksi pembacokan itu dilakukan pelaku di depan Mapolsek Ketapang.

Berita selanjutnya, dua desa di Kabupaten Pamekasan diresahkan dengan teror monyet liar.

Monyet liar ini mencuri buah buahan, merusak tanaman, mengambil telur ayam, dan menggigit anak kecil hingga mengalami luka luka.

Kasus penipuan yang menimpa ASN di Sampang menjadi penutup Berita Madura terpopuler hari ini.

1. Pembacokan di Depan Polsek Ketapang

Aksi pembacokan di Sampang viral di media sosial.

Insiden pembacokan itu terjadi di depan Mapolsek Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Senin (23/8/2021).

Terlihat di video berdurasi 8 detik tersebut, terdapat pria berpakaian dan menggunakan celana jeans memegang lengannya yang berlumuran darah sembari merintih kesakitan.

Tanpa menggunakan alas kaki, pria berkulit sawo matang itu berteriak dengan menggunakan bahasa Madura yang artinya menyuruh memanggil abahnya.

Di sisi lain, terdapat satu unit mobil Toyota Innova berwarna hitam Nopol L 1487 GA dengan kondisi kaca depan bagian samping kanan pecah.

Informasi yang berhasil dihimpun TribunMadura.com, akibat dari luka di bagian tangan kanan yang diduga dibacok dengan senjata tajam itu membuat pria dirawat di RSD Ketapang untuk mendapatkan pelayanan medis.

Kapolsek Ketapang, AKP Akhmad Rahmatullah Dwi Nugraha mengatakan, membenarkan insiden tersebut, namun dirinya tidak bisa memberikan keterangan lengkap lantaran sedang berada di Mapolres Sampang.

"Saya sedang ada di Polres Sampang, menjalankan rapat," ujarnya.

Akan tetapi, anggotanya saat ini sedang melakukan penyelidikan dengan menggelar pemeriksaan terhadap para saksi.

"Termasuk melakukan pemeriksaan kepada korban," ucap Akhmad Rahmatullah Dwi Nugraha.

Mengetahui hal itu dirinya berharap untuk bersabar dan akan menyampaikan hasil resmi tentang insiden berdarah tersebut.

"Pelaku sudah diamankan dan saat ini proses pendalaman," pungkasnya.

2. Teror Monyet Liar di Pamekasan

Warga Desa Kacok dan Desa Rekkerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura diresahkan turunnya monyet liar dari alas ke pemukiman warga.

Monyet liar ini mencuri buah buahan, merusak tanaman, mengambil telur ayam, dan menggigit anak kecil hingga mengalami luka luka.

Kapolsek Palengaan, Iptu Sri Sugiarto menjelaskan, lebih sebulan warga perbatasan Desa Kacok dan Desa Rekkerrek Pamekasan diresahkan adanya kera liar yang menggigit  beberapa anak kecil usia SD.

Selain itu, sekumpulan kera liar ini, juga menjarah buah buahan, merusak tanaman dan mengambil telur ayam milik warga setempat.

Pada Sabtu, 21 Agustus 2021, sekira pukul 09.00 WIB, Kades Kacok Baihaki memberikan informasi kepada Polsek Palengaan, bahwa pada Jumat, 20 Agustus 2021 salah satu warganya digigit kera liar hingga mengalami luka-luka.

Mendapat informasi itu, Kapolsek Palengaan, Iptu Sri Sugiarto bersama anggotanya langsung mendatangi rumah korban yang digigit monyet liar tersebut.

Dua korban yang digigit monyet liar ini, yaitu Roihul Amin (12), santri Pondok Pesantren Kebun Baru, warga Desa Kacok dan Ahmad Bahrul Ulum (15), Santri Pondok Pesantren Kebun Baru, warga Desa Rekkerrek.

Menurut Iptu Sri Sugiarto, Roihul usai digigit monyet liar mengalami luka robek di bagian betis kanan dan dijahit 15.

Saat ini, lukanya masih belum sembuh.

Sedangkan, Bahrul, usai digigit monyet liar, mengalami robek di bagian betis kanan dan dijahit 10.

Saat ini, lukanya juga masih belum sembuh.

"Roihul digigit monyet pada Jumat 6 Agustus 2021 sekitar pukul 13.00 WIB saat bermain di rumah neneknya di Dusun Bapao," kata Iptu Sri Sugiarto saat dikonfirmasi TribunMadura.com, Senin (23/8/2021).

"Bahrul digigit monyet pada 20 agustus 2021 sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu korban bermain di rumah neneknya, di Dusun Sumber Sari," tutupnya.

3. ASN Ditipu Kenalannya

Berniat gadaikan BPKB, seorang ASN di Sampang malah jadi korban penipuan.

Saat itu orang tua korban sedang membutuhkan uang tunai.

Setelah minta tolong ke seorang kenalan, wanita ini malah jadi korban penipuan.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Muhibbah asal Kelurahan Karang Dalam, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan berupa Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). 

Sehingga, perempuan berusia 41 tahun tersebut melakukan pelaporan ke Polres Sampang.

Adapun, warga yang dilaporkan berinisial U warga Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Sampang.

Serta A, warga Desa Madupat, Kecamatan Camplong, Sampang, keduanya seorang perempuan.

Muhibbah mengatakan, bahwa dugaan penipuan dan penggelapan itu bermula saat dirinya dimintai tolong oleh orang tuanya untuk menggadaikan BPKB kendaraan roda empat, lantaran butuh uang buat biaya rehabilitasi musholla.

Kebetulan, suaminya mengaku punya teman yakni, U yang dapat menggadaikan BPKP tersebut.

"Saya memasarahkan ke suami dan adpa saat itu kondisinya masih belum bercerai dengan suami saya," ujarnya.

Setelah menyerahkan BPKB kepada U, ternayata BPKB itu dititipkan oleh si U kepada temannya yakni A, di mana si A disebut-sebut mau menggadaikan sertifikat rumahnya ke Bank.

"Rencananya A akan meminjam uang senilai Rp. 200 juta dengan menggadaikan sertifikat tanah, sehingga nantinya ada pembagian, saya mau dikasih sebesar Rp 60 hingga Rp 70 juta," terangnya.

Lebih lanjut, hampir dua bulan belum juga ada kabar hingga dirinya dan suami bercerai.

Setelah itu, Muhibbah mengaku kerap mendatangi rumah A untuk menanyakan langsung terkait pencairan uang tersebut.

Sebab, semenjak cerai dengan suaminya, urusan itu dirinya ambil alih.

"Saya nagihnya ke A karena memang dia yang atas nama dan setiap saya tanya ke A jawabnya nanti, nanti terus," ucapnya.

Akhirnya pada bulan Juli lalu dirinya meminta pada A agar BPKB tersebut dicabut, dengan alasan orang tuanya sudah tidak membutuhkan uang itu lagi.

Namun, si A terus mengulur-ulur waktu, hingga pada akhirnya hanya janji yang disampaikan.

"Dengan berjalannya waktu setelah batas waktu yang ditentukan, A justru menghilang dan tidak ada kejelasan, bahkan telepon seluler miliknya pun di non aktifkan," tuturnya.

"Maka dari itu saya laporan ke Polisi karena tidak ada itikat baik," imbuhnya.

Terpisah, Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Aipda Sonny membenarkan adanya pelaporan kasus tersebut.

"Iya benar, sekarang masih dalam proses penyidikan untuk berapa saksi," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved