Breaking News:

Berita Surabaya

Oknum Polisi di Surabaya Terlibat Kasus Penyalahgunaan Narkotika, Tak Lama Lagi Masuk Agenda Sidang

Oknum polisi di Surabaya terlibat kasus penyalahgunaan narkotika, ditangkap di sebuah hotel di Surabaya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
oceanrecoverycentre
ilustrasi - Oknum polisi di Surabaya terlibat kasus penyalahgunaan narkotika 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Oknum polisi di Surabaya ditangkap di sebuah hotel di Surabaya, Kamis (4/8/2021) malam.

Oknum polisi itu ditangkap karena terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

Kini, kasus tersebut telah ditahap-duakan oleh penyidik Polda Jatim ke Kejaksaan Tinggi Jatim.

Berkas tersebut dilimpahkan Kejaksaan Tinggi Jatim ke Kejaksaan Negeri Surabaya.

Kasi Intel Kejari Surabaya Khristiya Lutfiasandhi, membenarkan tentang tahap II terhadap ketiga oknum anggota polisi tersebut.

Baca juga: Telantarkan Keluarga, Oknum Polisi Dilaporkan Istri ke Polres Sampang, Kasus Masih Tahap Penyidikan

"Iya benar, tadi sudah kami terima tahap II dari Kejati Jatim," ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (30/8/2021).

Paminal Mabes Polri didampingi Bid Propam Polda Jatim itu mengamankan lima oknum polisi, di mana dua di antaranya perwira, dalam operasi senyap.

Bahkan, pengembangan juga dilakukan petugas dan disebut-sebut menyeret nama Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya berpangkat AKBP saat itu.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Dari enam tersangka, tiga di antaranya merupakan oknum polisi, sementara tiga lainnya adalah warga sipil.

Sementara polisi yang sempat menjadi terperiksa, yakni Iptu IMS, AKBP MA, dan Brigpol IW dinyatakan tak terlibat dalam kasus tersebut.

Baca juga: Mantan Oknum Polisi di Surabaya Ditangkap, Curi Motor Warga Tak Lama setelah Dipecat Karena Narkoba

Mereka kemudian dimutasi setelah proses pemeriksaannya dinyatakan selesai.

Barang bukti yang diserahkan ke Kejari Surabaya atas kasus tiga oknum polisi penyalahguna narkotika itu antara lain adalah sabu seberat 92,4 gram, 95 butir ineks, 8 butir happy five dan 1,95 gram Ineks serbuk.

Barang bukti itu bakal disidangkan, masing masing disita dari terdakwa Iptu Eko Julianto sabu seberat 65,27 gram dan 95 butir inek, 8 butir happy five dan 4 butir obat penenang.

Sementara terdakwa Aipda Agung Pratidina terdiri dari 26,6 gram sabu, 2 alat hisap dan 1 unit pipet kaca, sedangkan Brigadir Sudidik 1 klip berisi sabu 1,4 gram, ekstacy serbu 0,25 gram, pipet kaca.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved