Berita Sumenep

Dinsos Sumenep Segera Cairkan BST APBD Sumenep Rp 300 Ribu Per Orang pada Bulan September 2021

Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga miskin di Sumenep akan cair pada September 2021.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kepala Dinsos Sumenep, Moh Iksan 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, segera menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) pada bulan September 2021.

Hal ini dilakukan seiring diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kepala Dinsos Sumenep, Moh Iksan mengatakan program BST yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep 2021 ini disalurkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp 300 ribu.

"Sebanyak 33 ribu KPM di Sumenep ini akan menerima BST APBD Tahun 2021," kata Moh. Iksan pada TribunMadura.com, Selasa (31/8/2021).

Program bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di masa PPKM ini.

"Dalam waktu dekat ini akan dicairkan, insyaallah bulan September 2021 ini sudah cair," katanya.

Menurutnya, jika masyarakat yang terdaftar sebagai penerima BST APBD Pemkab Sumenep tahun 2021 ini telah masuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Untuk sekarang datanya sedang diverifikasi dan diupload agar tidak terjadi penerima ganda dengan bantuan sosial lainnya, seperti PKH, BST Kemensos, BPNT dan BLT Desa," tambahnya.

Warga yang wajib mendapatkan bantuan tersebut katanya, mereka yang terdampak pandemi Covid-19.

Selain itu katanya, selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum menerima bantuan lain. Seperti, Program Keluarga Harapan (PKH), BST Kementerian Sosial (Kemensos), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa.

Sedangkan untuk pencairan bantuan tersebut telah bekerjasama dengan Bank BPRS Bhakti Sumekar.

Artinya, untuk mencairkan bantuan itu harus melalui Bank milik Pemkab Sumenep.

"Nanti setiap penerima atau KPM akan diberi undangan untuk menerima di kecamatan," kata dia.

"Bagi lansia atau disabilitas disarankan agar pihak BPRS jemput bola ke desa-desa," terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved