Breaking News:

Berita Malang

MCW Endus Adanya Praktik Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Begini Jawaban DLH Kota Malang

Malang Corruption Watch (MCW) menemukan adanya dugaan praktik pungli dalam pemakaman Covid-19 di Kota Malang

TRIBUNMADURA.COM/M RIFKY EDGAR
Pemakaman petugas PSC 119 Kota Malang yang terlibat kecelakaan lalu lintas pada Senin (28/6). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Kepala UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Taqruni membantah temuan Malang Corruption Watch (MCW) yang menyebutkan adanya dugaan pungli dalam pemakaman Covid-19 di Kota Malang

Taqruni mengatakan, apa yang menjadi dugaan MCW terkait pungli pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Kota Malang tersebut tidak benar.

Ia menyebut, proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 tersebut sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemakaman Kota Malang.

"Kalau informasi itu sebenarnya tidak benar kita kerja sesuai dengan SOP," tegasnya kepada awak media, Kamis (2/9/2021).

Dia menjelaskan, nominal dalam pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Kota Malang ialah Rp 1,5 juta, yang diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2021.

Baca juga: Kepala Daerah Kena OTT KPK, Wali Kota Kediri: OTT KPK Merupakan Peringatan Agar Tak Lakukan Korupsi

Insentif tersebut, kata dia, diberikan kepada tim pemakaman dan tim penggali kubur yang masing-masing mendapatkan Rp 750 ribu per jenazah.

Secara teknis, cairnya insentif tersebut setelah di data oleh kelurahan.

Dari kelurahan nantinya insentif tersebut bisa dicairkan kepada tim penggali kubur apabila yang menggali tersebut adalah warga.

"Misalkan keluarga korban sudah memberikan ongkos kepada penggali, maka insentif tersebut diserahkan kepada keluarga. Begitu sebaliknya,"

"Karena kelurahan ini lebih tahu siapa tim penggalinya yang berhak mendapatkan insentif. Karena dia warganya," ucapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved