Breaking News:

Tarif Tes Rapid Antigen Maksimal Rp 99 Ribu di Jawa dan Bali, Pasca Diturunkan Kementerian Kesehatan

Penetapan harga tes disepakati bersama antara Kemenkes dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Suasana penyekatan dan tindakan rapid test antigen kepada warga di depan Gerbang Tol Jembatan Suramadu sisi Madura, Kamis (17/6/2021) 

TRIBUNMADURA.COM - Harga batasan tarif tertinggi pemeriksaan Covid-19 dengan metode tes rapid antigen alias Rapid Diagnostic Tes (RDT) Antigen kini diturunkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kini, biaya tes rapid antigen ditetapkan maksimal Rp 99 ribu di Jawa dan Bali.

Sedangkan di luar Jawa dan Bali tarif tertinggi tes rapid antigen sebesar Rp 109 ribu.

Penetapan harga tes disepakati bersama antara Kemenkes dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Antigen diturunkan menjadi Rp 99 ribu untuk daerah Pulau Jawa-Bali."

Baca juga: Mengintip Rumah Mewah Penjual Jamu di Magetan, Pemiliknya Malah Kini Ditangkap Polda Jatim

"Serta sebesar Rp 109 ribu untuk daerah di luar Jawa-Bali," ucap Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Kemenkes RI, Rabu (1/9/2021).

Kedua tarif ditetapkan dengan mengevaluasi beberapa komponen dari biaya pengambilan dan pemeriksaan antigen.

Di antaranya, jasa pelayanan (SDM), komponen reagen, bahan habis pakai, biaya administrasi (overhead) dan komponen biaya lainnya yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir, dalam talkshow live Instagram @radiokesehatan, Senin (12/4/2021).
Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir, dalam talkshow live Instagram @radiokesehatan, Senin (12/4/2021). (Foto:capture live Instagram @radiokesehatan)

Dengan adanya keputusan ini, Kadir meminta semua penyedia layanan kesehatan untuk mentaati aturan baru soal harga batasan rapid antigen ini.

Ia juga meminta seluruh kepala dinas kesehatan di daerah mengawasi penyelenggaraan tarif tertinggi tes rapid antigen itu.

Baca juga: Profil Hasan Aminuddin Suami Bupati Probolinggo, Paraf Saktinya Bisa Jadi Tiket Dapat Jabatan

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved